RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima kedatangan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko bersama Duta Besar Kekaisaran Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, guna membahas investasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priadi.

"Kita mengundang para investor asal Jepang untuk menanamkan modalnya di bidang EBT di Tanah Air. Intinya, Kementerian ESDM mengundang Jepang untuk investasi di EBT," ungkap Yudo di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (29/5).

Baca Juga : PSBB, Seluruh GOR dan Gelanggang Remaja di Jakarta Ditutup Sementara

Pertemuan tersebut akan membuka peluang bagi kedua negara untuk berkolaborasi mengembangkan kerja sama energi di bidang investasi ketenagalistrikan, supply LNG, kendaraan listrik dan hibrida, Blok Masela serta lebih fokus ke pembangkit EBT di Indonesia.

"Jepang siap menawarkan diri untuk membantu Indonesia dalam pengembangan pembangkit EBT ," ujar Yudo.

Baca Juga : Cek 5 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari ini

Secara khusus, Menteri Hiroshige juga mengundang kehadiran Menteri Jonan dalam acara Energy Transition Ministerial Meeting di Jepang, Juni mendatang. "Menteri Jepang mengundang Pak Jonan untuk hadir dalam acara Energy Transition saat G-20 nanti di Jepang, pada 15 Juni hingga 16 Juni mendatang," jelas Yudo.

Transisi energi, imbuh Yudo, menjadi salah satu agenda penting yang diulas oleh para anggota G-20. Bahkan, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi nanti, dimungkinkan ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang energi.

Baca Juga : Daripada Konser Musik, Lebih Baik Pake Zoom

Setiap negara akan mengusung konsep energi baru terbarukan. Indonesia siap mengusung biofuel, khususnya B20 (pencampuran 20 persen biodiesel dan 80 persen solar). Langkah Indonesia sejauh ini mendapatkan dukungan positif dari Brasil dan Italia. Meski begitu, penggunaan biofuel sawit sebagai bahan bakar sejatinya masih menjadi polemik, khususnya bagi negara-negara di Eropa. [HES]