BKS Instruksikan Petugas Awasi Ketat Aspek Keselamatan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) (Foto: BKIP Kemenhub)
Klik untuk perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) (Foto: BKIP Kemenhub)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menyusul terjadinya beberapa kecelakaan pada transportasi laut seperti kecelakaan kapal kargo KM Lintas Timur di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah dan kapal kayu pengangkut logistik yang hilang kontak perairan Biak Numfor, Papua, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) mengingatkan para petugas di lapangan, agar tanpa kompromi dalam mengawasi aspek keselamatan.

“Untuk memastikan keselamatan para penumpang, khususnya di masa libur Lebaran ini, saya telah meminta para petugas di lapangan untuk ekstra waspada. Kepala Otoritas dan jajarannya, beserta stakeholder terkait agar selalu waspada dan tanpa kompromi, dalam mengawasi pelayanan jasa transportas. Baik di darat, laut, udara dan perkeretaapian. Khususnya terkait aspek keselamatan,” tegas BKS di Jakarta, Kamis (6/6).

Berita Terkait : Tito Instruksikan Pejabat BNPP Turun Ke 222 Kecamatan Lokpri

Pengawasan keselamatan yang dilakukan meliputi  ramp check secara berkala, memeriksa kelengkapan dokumen sarana transportasi dan para awak transportasi, memastikan manifest tercatat, memastikan jumlah manifest tidak melebih kapasitas yang ditentukan, dan memastikan tersedianya alat-alat keselamatan pada sarana transportasi seperti pelampung, kapal sekoci dan sebagainya.

Di sisi darat, BKS telah meminta Ditjen Perhubungan Darat bersama Dinas-Dinas Perhubungan di daerah untuk mengawasi kelaikan bus-bus pariwisata. Sebab, pada masa libur Lebaran ini, banyak masyarakat yang menggunakan bus-bus tersebut untuk mengunjungi daerah-daerah wisata.

Berita Terkait : Baru 32 Persen, Masyarakat Masih Malas Pakai Angkutan Umum

Sementara di sektor laut, Menhub telah meminta para jajarannya di Kantor Otoritas Pelabuhan untuk terus berkoordinasi dengan BMKG, dalam memantau kondisi cuaca. Bila kondisi cuaca tidak kondusif, Otoritas Pelabuhan harus segera mengeluarkan maklumat pelayaran, dan menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar agar tidak ada kapal-kapal yang berlayar.

Di sisi udara, ramp check kelaikan pesawat dan pemeriksaaan kesehatan kepada para pilot dan awak pesawat juga terus dilakukan. Sementara di sektor perkeretaapian, BKS telah meminta petugas dari Ditjen Perkeretaapian bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengawasi daerah-daerah rawan bencana seperti longsor, banjir dan sebagainya. [HES]