Percepat Pemulihan Konflik Buton, Kemensos Buka Klinik Psikolog

Klik untuk perbesar
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) memprogramkan pembukaan klinik psikolog untuk mempercepat proses pemulihan konflik sosial antar warga Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Setiap konflik, kericuhan dan bentrok antarkelompok atau komunitas tertentu, pasti ada pemicu. Salah satu cara mengungkap bibit konflik di masyarakat, Kemensos akan menghadirkan dokter psikolog," kata Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita di Kendari, seperti dikutip Kantor Berita Antara, Kamis (13/6).

Rekomendasi ahli psikolog, dapat menjadi rujukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat di wilayah terjadinya konflik.

Berita Terkait : Ringankan Korban Gempa Bumi di Banten, Mensos Sumbang Bahan Bangunan


"Secara kasat mata, perusakan terjadi karena ulah seseorang atau sekelompok orang. Namun penyebab seseorang melakukan tindakan di luar kewajaran, tidak boleh disimpulkan dari asumsi. Untuk itu, diperlukan keterlibatan para ahli," tambah Agus.

Selain menghadirkan program klinik psikolog di daerah konflik atau daerah rawan konflik, Kemensos juga akan mengoptimalkan potensi kearifan lokal, yang dapat meminimalisir kesenjangan kehidupan sosial antarwarga atau kelompok setempat. Pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah, akan membangun gedung serbaguna yang diperuntukan penggunaannya bagi para pihak yang bersengketa.

"Gedung serbaguna dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, budaya, seni, ritual dan lain lain yang positif. Harapannya, warga dapat membaur atau hidup tanpa sekat," ujar Agus, politisi Partai Golkar itu.

Berita Terkait : Satu Juta Keluarga Keluar Zona Miskin

Kemensos juga berkomitmen menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.


Gubernur Sultra, Ali Mazi mengapresiasi program klinik psikolog di daerah bencana sosial untuk menelisik penyebab terjadinya kesalahpahaman antarwarga yang berujung pada konflik.

"Bencana alam dan bencana sosial adalah duka kita semua. Tidak perlu saling mengungkit siapa salah dan siapa yang benar. Yang terpenting saat ini adalah menolong saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan," tambahnya.

Berita Terkait : Mensos dan Buwas Saling Menguatkan

Sebelumnya, pada Rabu (12/6), Mensos telah menyerahkan bantuan Rp 3,7 miliar untuk korban banjir di Kabupaten Konawe Utara dan korban konflik sosial di Kabupaten Buton, Sultra. [HES]

 

RM Video