Terkait Terobosan Ekonomi, Presiden Minta Masukan Dari Apindo dan Hippindo

Klik untuk perbesar
Pertemuan antara Presiden Jokowi dan Apindo serta Hippindo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/6). (Foto: Dok. Istana)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha. Setelah sehari sebelumnya menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rabu (13/6) pagi ini, Presiden menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Jokowi kembali ingin mendengar berbagai masukan dari kedua organisasi yang memayungi sejumlah pelaku usaha Indonesia tersebut, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian.

"Hari ini, saya ingin mendapatkan masukan dari Apindo dan Hippindo. Saya ingin masukan-masukan yang lebih konkret, nyata, dan cepat bisa dilaksanakan sehingga bisa memberikan efek ekonomi yang baik pada negara kita," ujarnya. 

Berita Terkait : Sekjen KLHK Terima Lencana Melati Pramuka dari Presiden Jokowi


Jokowi menekankan, ke depannya pemerintah ingin mengeluarkan terobosan-terobosan perekonomian yang akan memacu perekonomian nasional lebih jauh lagi. Untuk itu, Jokowi berharap para pelaku usaha yang hadir dapat memberikan pandangan kritis bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi, yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

"Dari sisi regulasi, mungkin bisa revisi undang-undang. Mungkin, kalau diperlukan, mengeluarkan Perppu misalnya. Kalau itu memang diperlukan sekali dan posisinya sangat penting, ya akan kita keluarkan," tuturnya.

Dijelaskan, salah satu program prioritas pemerintah pada periode kedua nanti ialah membenahi perekonomian dan kondisi dunia usaha. Upaya tersebut dimaksudkan untuk menggenjot ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara, dan meningkatkan investasi. Agar dapat mengatasi defisit transaksi berjalan, maupun defisit neraca perdagangan.

Berita Terkait : Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

"Jangan sampai, investasi dan ekspor kita kalah (lagi) dengan Singapura. Sudah lama kita kalah dengan Malaysia. Kalah dengan Thailand, Filipina. Terakhir, kita kalah lagi dengan Vietnam," kata Jokowi.


Jokowi menegaskan, permasalahan defisit yang dialami Indonesia selama puluhan tahun, sebenarnya dapat diatasi dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha. Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia, yang sebenarnya tak kalah dengan negara lain.

"Ini sebetulnya bukan hal yang sulit, kalau kita bisa bekerja sama dengan baik antara pemerintah dan dunia usaha. Tetapi memang ada regulasi dan beberapa undang-undang yang harus kita revisi," tandasnya.

Berita Terkait : Berkat Kemudahan Izin Kementan, Bogor Raup Puluhan Miliar Dari Ekspor Tanaman Hias

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani, dan Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah. [HES]

RM Video