RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah 20 tahun tak ada kejelasan, akhirnya kesepakatan kerja sama proyek pengembangan Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, ditandatangani Minggu, 16 Juni 2019 di Karuizawa, Perfektur Nagano, Jepang.

Investasi proyek ini sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 300 triliun. Ini adalah nilai investasi terbesar dalam sejarah Indonesia. Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pun diharapkan hadir di Osaka pada 28 Juni mendatang, untuk mem-follow up berhasilnya penandatanganan kesepakatan kerja sama proyek yang sudah puluhan tahun tak jelas nasibnya.

Menurut informasi, Presiden Jokowi juga direncanakan akan menghadiri pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, 27-29 Juni mendatang.

Baca Juga : PSBB, Seluruh GOR dan Gelanggang Remaja di Jakarta Ditutup Sementara

“Harapan kami, Bapak Presiden dan PM Abe bisa hadir untuk menyaksikan penandatanganan Plan of Development (PoD) proyek tersebut, bersamaan dengan digelarnya acara puncak Forum G20,” harap Jonan.

Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari yang meliput acara itu dari Karuizawa melaporkan, penandatanganan kesepakatan pokok (Head of Agreement/ HoD) Lapangan Gas Abadi di Blok Masela tersebut, dilakukan Kepala Satuan Kerja Khusus Pengatur Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Sutjipto, Presiden Director Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya serta President & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Karuizawa, Perfektur Nagano, Jepang, dalam Forum G20.

Inpex Corporation adalah perusahaan minyak dan gas (migas) raksasa asal Negeri Sakura. Penandatanganan kesepakatan tersebut, disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko, Dubes Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rahmat Gobel, Dirjen Migas Djoko Siswanto dan para direksi BUMN di sektor energi dan gas.

Baca Juga : Cek 5 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari ini

“Ini adalah hari yang sangat bersejarah dan berita baik bagi Indonesia. Penandatanganan kesepakatan kerja sama dan HoD proyek Blok Masela dengan Inpex ini, menunjukkan kepada dunia bahwa iklim investasi di sektor migas di Indonesia, baik dan menjanjikan,” ujar Jonan dengan wajah berseri-seri.

Menurut Jonan, dengan berhasil ditandatanganinya HoC tersebut, diharapkan akan diikuti investor asing lainnya baik di bidang migas maupun sektor non migas,” imbuhnya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto juga tampak happy. Menurutnya, proyek ini sangat bermakna bagi kedua negara setelah sekian lama tidak mencapai kesepakatan.

Baca Juga : Daripada Konser Musik, Lebih Baik Pake Zoom

“Apalagi proyek Blok Masela ini berada di Indonesia Timur. Tentu ini sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang tidak hanya mengutamakan pembangunan di Pulau Jawa,” ungkap Dwi.
 Selanjutnya