RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan lega, negosiasi Blok Masela sudah hampir rampung. Sebab, negosiasi pengembangan Masela merupakan salah satu tugas dari Presiden Jokowi kepadanya yang harus segera dibereskan.

“Saya masuk menjadi Menteri ESDM, dan Presiden menugaskan saya untuk menyelesaikan masalah besar. Diminta mengurus Blok Mahakam, sudah selesai. Kedua, Blok Rokan, sudah selesai. Ketiga, Freeport juga sudah selesai. Dan, keempat, ya Blok Masela,” ungkap Jonan di Hotel Imperial Tokyo, Senin malam (17/6).

Baca Juga : Hari Ini Nambah 1.462 Orang, Jatim Juara Lagi

Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari dari Tokyo melaporkan, rencana penandatanganan Plan of Development (PoD) Lapangan Abadi Blok Masela akhir bulan ini, diharapkan berjalan dengan mulus. Sebab, pengembangan blok dengan potensi cadangan gas sebesar 10,7 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/Tcf) tersebut, bisa memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Negosiasi pengelolaan Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengalami perkembangan signifikan. Tiga hari lalu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pengatur Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dan Presiden Director Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya, serta President & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda melakukan penandatanganan kesepakatan pokok (Head of Agreement/HoA) pengembangan Blok Masela.

Baca Juga : Selain Pegawai dan Pimpinan, KPK Juga Lakukan Tes Swab 50 Tahanan

Tahap selanjutnya, kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan PoD yang rencananya ditekan akhir bulan ini. Tepatnya, pada 27 Juni, bersamaan dengan acara puncak pertemuan negara G20 di Osaka, Jepang.

Dengan penandatanganan PoD, maka pengembangan dan pekerjaan teknis untuk mengeksplorasi cadangan gas tersebut sudah bisa dilakukan kontraktor, Inpex, dan Shell. Menteri Jonan mengungkapkan, secara prinsip, review poin-poin penting dalam PoD sudah selesai.

Baca Juga : Tito: Jangan Pilih Cakada yang Bikin Konvoi dan Iring-iringan di Tengah Pandemi

Saat ini, tinggal pelaksanaan teknis menuju proses penandatanganan saja. Jika penandatanganan berjalan mulus, Jonan memperkirakan, hasil produksi gas dari Blok Masela sudah bisa dinikmati pada 2027.

“Delapan tahun pertama (setelah PoD diteken) tentunya pekerjaan teknis. Nanti, produksi pertama tahun 2027,” ungkap Jonan.
 Selanjutnya