Nicke: Proyek Kilang Cilacap Jalan Terus Meski Tanpa Aramco

Nego Dengan Saudi Alot, Jokowi Utus Rini dan Jonan

(Dari kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wamen ESDM Arcandra Tahar dan delegasi Indonesia, berjalan menuju ke tempat pertemuan dengan Menteri Perminyakan Arab Saudi di Karuizawa, Jepang. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
(Dari kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wamen ESDM Arcandra Tahar dan delegasi Indonesia, berjalan menuju ke tempat pertemuan dengan Menteri Perminyakan Arab Saudi di Karuizawa, Jepang. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sepertinya, tak mudah bernegosiasi dengan pemerintah dan perusahaan Arab Saudi. Selain kudu punya strategi jitu, kita juga mesti sabar dan ulet. Bahkan, Presiden Jokowi sampai mengutus dua menteri untuk bernegosiasi dan melobi Saudi guna menggolkan proyek Kilang Cilacap.

Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari dari Karuizawa, Jepang, melaporkan, dua menteri yang diutus Jokowi adalah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Keduanya ditugasi menjembatani Pertamina, bernegosiasi dengan pemerintah Saudi di Negeri Sakura di sela-sela Konferensi G20 di Karuizawa, Jepang.

Baca Juga : Anies Dikerjain Anak Buah

Ribet dan alotnya negosiasi kerja sama untuk pengembangan Kilang Cilacap antara Pertamina dengan Saudi Aramco, tak hanya diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Tetapi juga diakui Menteri Jonan dan Menteri Rini. Keduanya curhat sambil mengernyitkan dahi dan geleng-geleng kepala. Menurut Rini, negosiasi terus dilakukan.

“Saya diminta Presiden hadir ke Konferensi G20 di Karuizawa, untuk menjembatani Pertamina bertemu dengan Menteri Perminyakan Saudi. Pembahasan proyek Kilang Cilacap dengan Saudi ini memang alot,” aku Rini kepada Rakyat Merdeka di Karuizawa.

Baca Juga : Harus Diobrak-abrik Dulu, Baru Cair Ya...

Sementara itu, Nicke memastikan, proyek pengembangan Kilang Cilacap akan tetap jalan, meski negosiasi dengan Saudi Arabian Oil Co. (Saudi Aramco) - perusahaan migas milik pemerintah Saudi - tak menemukan titik temu.

“Kalau sampai September depan tak juga mencapai kesepakatan, kami akan terus jalan (tanpa Saudi Aramco). Kami akan terapkan (langkah) seperti Kilang Balikpapan. Di sana, Kita bisa bekerja sendiri,” ungkap Nieke dalam percakapan dengan Rakyat Merdeka, Bisnis Indonesia dan Metro TV di Hotel Imperial Tokyo, Senin malam (17/6).

Baca Juga : Rossi dan Marquez Dituduh Juara Karena Curang

Berdasarkan Joint Venture Development Agreement kedua belah pihak, batas waktu negosiasi berakhir bulan Juni 2019. Namun demikian, kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang waktu negosiasi sampai September 2019.
 Selanjutnya