RMco.id  Rakyat Merdeka - Kenapa pemerintah jor-joran bangun infrastruktur? Presiden Jokowi kasih penjelasan di tiga akun media sosialnya sekaligus: Twitter, Instagram juga Facebook. "Sebenarnya sih, bagi pemerintah, tidak susah-susah amat kalau sekadar mau menyenangkan semua orang. Tinggal menyebar subsidi, bantuan sosial, atau bantuan langsung tunai sebanyak-banyaknya kepada masyarakat," tulis Jokowi, Jumat (14/12). 

Tapi, kata Jokowi, bukan untuk itu tujuan pembangunan. Dalam setiap kebijakan pemerintah, terdapat unsur pendidikan kepada masyarakat. "Proses pembangunan tidak melulu menyenangkan, kita melewati proses yang kadang pahit, kadang sakit, dan masa-masa saat kita memetik buahnya," ujarnya. Kata dia, pemerintah tidak ingin mendidik masyarakat dengan hal-hal yang instan, gampang, hanya menyenangkan, dan memanjakan. Membangun Indonesia, ibarat membangun sebuah rumah: kalau mau kokoh, ya memerlukan pondasi dan pilar yang kuat.

Berita Terkait : Jokowi: Kami Tak Berpangku Tangan

"Di saat diterpa gelombang apa pun, gelombang ekonomi atau politik, bangsa ini akan tetap menjadi bangsa yang besar dan kokoh.Proses yang pahit dan sakit itu akan membawa Indonesia menuju negara yang maju di masa depan, untuk kita dan generasi mendatang," tuntasnya. Pesan Jokowi ini mendapat banyak tanggapan dari pegiat dunia maya. Di akun Facebook miliknya, sampai tadi malam status Jokowi ini mendapat 75 ribu tanggapan pengguna dan 12 ribu komentar. Sebagian pengguna umumnya sepakat dengan pendapat Jokowi. Pemilik akun Sezmo Banderas menyebut hanya di era Jokowi, pemerintah mau mencoba memberikan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. "Lanjutkan dua periode, Pak," ucapnya.

Senada disampaikan pemilik akun Mulkan Nasution. Dia setuju dengan pandangan membangun infrastruktur. Namun, jangan dilupakan soal subsidi dan kondisi harga BBM, listrik, dan air yang masih mahal. Lapangan pekerjaan juga perlu menjadi perhatian. Karena kondisi lapangan pekerjaan saat ini, khususnya untuk yang muda lepas tamat dari sekolah, sulit didapat. Sehingga, perasaan pesimis semakin kuat.

Berita Terkait : Jokowi Belum Senang

Hal lain juga perlu menjadi perhatian adalah harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO), yang harganya menurun. Sementara banyak masyarakat, menggantungkan pekerjaannya menjadi petani sawit. "Saya yakin, jika Bapak menempatkan tim-tim yang bapak akan mengetahui dan segera dilakukan tindakan, sehingga perasaan pesimis masyarakat menjadi optimis. Semoga, bapak selalu diberikan kekuatan menjabat saat ini, sebagai presiden," paparnya.

Sehari sebelumnya, Jokowi memastikan selain membangun infrastuktur, pemerintah juga akan fokus dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Jambore Sumber Daya Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2018 di Istana Negara. Menurut Jokowi, pembangunan SDM adalah sebuah prasyarat untuk Indonesia maju ke depan. Saat ini, masih ada 9,8 persen penduduk Indonesia yang berada pada kondisi miskin. Makanya, tambah Jokowi, ada program yang namanya PKH (Program Keluarga harapan).

Baca Juga : 5 Tahun Kilang RFCC Cilacap, Simbol Kemandirian Energi Negeri

Program ini diarahkan untuk menurunkan angka kemiskinan. Sebelumnya, ada 6 juta Kepala Keluarga (KK) yang mendapat PKH. Tahun 2018, bertambah jadi 10 juta KK. Harapannya, pada 2020, 15,6 juta KK yabg ada dalam kotak keluarga miskin, semuanya harus dapat PKH. Jokowi berpesan, pendamping PKH bisa mengajari masyarakat, bahwa program PKH adalah sementara. Agar warga tidak ketergantungan, dan masuk ke level lebih tinggi.

"Yang paling penting, para pendamping bisa mengarahkan mengenai pengelolaan keuangan keluarga penerima PKH. Jangan sampai dipakai untuk hal konsumtif. Harus dipakai untuk hal yang produktif. Kalau memiliki kemampuan berbisnis, dagang, ajari mereka. Itu cara paling cepat untuk masuk ke level lebih atas," pesan Jokowi. [BCG]