RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, pada tahun 2020, pagu indikatif kementerian yang dipimpinnya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun ini.

"Pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2020 mencapai Rp 9,67 triliun. Ini berkat usaha dan kerja keras semua Anggota Komisi VII DPR," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara I, Kamis (20/6).

Jonan menyampaikan, pada tahun 2020, Kementerian ESDM memiliki prioritas penggunaan anggaran yang mayoritas akan digunakan untuk kepentingan rakyat luas. Antara lain, pembangunan sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 293 ribu sambungan, yang meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan pada tahun 2019 ke belakang.

Berita Terkait : Jenggala Center: Wajar Jokowi Marah Ke Menterinya

"Pembangunan jargas rumah tangga ditujukan untuk mengurangi impor elpiji. Biasanya, setiap tahun kita hanya bangun itu 80-90 ribu sambungan rumah, sampai 2019," imbuhnya.

Selanjutnya, Menteri Jonan menyebut pihaknya akan menyediakan 50 ribu paket konverter kit (konkit) dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas untuk nelayan dan petani. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2019. Selain itu, juga ada 522 ribu konversi minyak tanah menjadi elpiji.

Prioritas penggunaan anggaran tahun 2020 lainnya adalah penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurat sebanyak 50 titik, yang berkaca dari bencana geologi di Lombok dan Sulawesi Tengah pada tahun lalu. Selain itu, juga ada pengeboran 750 titik sumur air bersih di daerah sulit air.

Baca Juga : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

"Waktu gempa Sulawesi Tengah (Sulteng), berantakan kita. Kita harus survive, bagaimana mencarikan anggaran untuk membangun 50 titik di tempat-tempat pengungsian di Sulteng dan Lombok, dan juga pemboran air bersih di daerah sulit air. Itu yang biasanya 500-600 titik, sekarang naik 750 titik," jelas menteri kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 ini.

Ia menjelaskan, pembangunan biogas komunal juga merupakan prioritas penggunaan anggaran pada tahun depan. Untuk itu, Kementerian ESDM akan membangun 24 unit, yang utamanya untuk pondok pesantren. Sehingga, untuk memasak, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk energinya.

Prioritas lain yang tak kalah penting adalah pembangunan 50 ribu unit lampu penerangan jalan tenaga surya. Selain itu, juga ada pembangunan 800 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop, yang akan digunakan untuk rumah sosial seperti panti asuhan, sekolah-sekolah, dan pondok pesantren. Serta pembangunan 50 unit PLTS untuk pos-pos di daerah terluar milik TNI.

Baca Juga : Minta Makzulkan Jokowi Dan Bubarkan PDIP, Tuntutan Pendemo RUU HIP Salah Sasaran

"Pembangunan penerangan fotovoltaik atau tenaga surya yang biasanya 20 ribu unit setahun, kini naik menjadi 50 ribu unit. "Kalau standarnya 1 km 20 lampu, ini sama dengan 2.500 km jalan atau 2 kali panjang Jalan Tol Trans Jawa," pungkas Jonan.

Di samping itu, prioritas anggaran Kementerian ESDM pada tahun 2020 juga akan digunakan untuk pengembangan Geopark sebanyak dua layanan, pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan di Bali, Prabumulih (Sumatera Selatan), dan Bandung (Jawa Barat), perbaikan peralatan tiga sistem mitigasi bencana geologi, pengembangan 10 Pos Pengamatan Gunung Api, serta untuk pendidikan pelatihan masyarakat di bidang migas, geologi mineral dan batubara, serta EBTKE (Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi).[HES]