Operasi SAR Lion Air Diperpanjang

Klik untuk perbesar
Tim Basarnas, saat mengevakuasi black box Lion Air JT610. (Foto: Dwi Pambudo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi menegaskan, operasi SAR terkait evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP diperpanjang 3 hari lagi. 
"Setelah kami evaluasi dan koordinasi, operasi SAR kami perpanjang 3 hari," tegas Syaugi saat menggelar konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, siang tadi.  Syaugi berharap, dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, baik dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR dapat segera menyelesaikan operasi tersebut. 

Hasil operasi sampai pada hari ke-7 ini, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 105 kantong jenazah yang sudah diberi label oleh tim DVI Polri.  "Jumlah ini saya pastikan akan bertambah, karena tim SAR telah menemukan beberapa korban dalam beberapa kantong jenazah, baik di kapal maupun di posko aju di Tanjung Pakis Karawang," jelas Syaugi. Selain korban, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, 1 telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koordinatnya. Untuk roda, 1 lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara 2 roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap, sudah diketahui posisinya. Namun untuk body pesawat, tim SAR belum menemukannya.

Baca Juga : Begini Teknik Sambung Rambut Tanpa Bahan Kimia

"Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat. Itu cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV (Remote Operated Underwater Vehicle), yang sampai saat ini telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," papar Syaugi.

Untuk CVR (Cockpit Voice Recorder) pesawat, sebelumnya sempat terdeteksi Ping Locator, meski sangat lemah.  "Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman. Namun, belum berhasil ditemukan secara fisik. Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur. Kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya," terang Syaugi.

Baca Juga : Adinia Wirasti Kesengsem Putra Arnold Schwarzenegger

Untuk operasi selanjutnya, lanjut Syaugi, tetap akan mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman.  Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis. 
"Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat dari kawasan itu ditemukan banyak korban," katanya. Besok pagi, Basarnas akan melaksanakan pertemuan dengan para keluarga korban atas undangan dari Lion Air, untuk dialog dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan operasi SAR. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga diundang dalam kesempatan tersebut.

Operasi pencarian pada hari ke 7 saat ini meliputi prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remote Operated Underwater Vehicle (ROV). Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS). Di 2 sektor ini, pencarian melibatkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya. 

Baca Juga : Lahirkan Human Champions di Era Industri Aviasi 4.0, AP II Gandeng BPSDM Kemenhub

Spot atau titik-titik penyelaman sudah dibagi secara rinci dan detail oleh Basarnas ke spot atau titik-titik penyelaman. Area atau luasan penyelaman ini mencapai 2,7 kilo meter persegi.  Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan 40 kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan. Tim SAR juga mengerahkan 5 pesawat helikopter, dari Basarnas dan Polri. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pagi. Pesawat yang mengangkut 189 orang itu, jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. [GPG]