Standar Pelayanan Transfusi Darah Jamin Keamanan Pedonor

Klik untuk perbesar
Plh. Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Farichah Hanum. (Foto: Marula Sardi/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Standar Pelayanan Transfusi Darah penting dilakukan untuk menjamin kemanan pelayanan kepada masyarakat. Maka dari itu pelayanan transfusi darah harus sesuai standar pelayanan sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 91 tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.

Disampaikan Plh. Direktur Pelayanan Kesehatan PrimePlhr Farichah Hanum, standar pelayanan transfusi darah membuat masyarakat jadi aman, begitupun bagi staf harus memiliki kemampuan yang baik.

Berita Terkait : Pengamanan Yang Tidak Aman

“Jadi semua kan lebih tertata karena standar yang jelas, kemudian untuk institusi itu sendiri (UTD) ini manfaatnya sangat luas,” katanya, di gedung Kemenkes, Selasa (25/6).

Saat ini tercatat ada 200 UTD milik pemerintah dan 220 UTD milik TNI. Namun, Hanum mengaku beberapa UTD di daerah kesulitan dalam menyediakan stok darah karena terkendala akses.

Berita Terkait : Mentan Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali

“Yang susah di daerah Timur karena aksesnya yang sulit, daerah Timur seperti Maluku dan Papua yang ada hanya di kota, sedangkan di daerah, susah.

Kendalanya di transportasi, informasi, dan buat pendonornya juga sulit,” katanya. Namun demikian, lanjut Hanum, walaupun standar pelayanan transfusi darah sudah ada, tapi untuk memastikan apakah UTD itu betul-betul melaksanakan standar pelayanan tersebut atau tidak, belum ada lembaga yang mengevaluasinya.

Berita Terkait : Atasi Karhutla di Riau, Pertamina Terjunkan Tim Operasi Darurat

“Jadi nanti ada lembaga yang memastikan bahwa UTD dalam hal ini patuh terhadap standar yang ditetapkan (PMK nomor 91 tahun 2015). Itu ada lembaga independen yang menilai semua aspek.[MRA]

RM Video