Penyaluran Beras

Mensos dan Buwas Saling Menguatkan

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) dan Dirut Bulog Budi Waseso (kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Kamis (4/7/). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) dan Dirut Bulog Budi Waseso (kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Kamis (4/7/). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso, membahas penyaluran bantuan sosial (bansos) beras.

Ikut dalam rapat koordinasi itu, pejabat terkait dari kedua belah pi hak. Hasil dari pertemuan, Kementerian Sosial (Kemensos) merespons positif keinginan Bulog dilibatkan lebih banyak dalam melakukan penyaluran beras Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) ke masyarakat.

“Jangankan 70 persen (penyaluran beras BPNT), 100 persen kami sangat welcome,” ungkap Agus di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Agus memastikan, pihaknya tak hanya menugaskan Bulog menyalurkan untuk daerah terpencil saja. Tetapi juga daerah yang mudah terjangkau.

Berita Terkait : Bahan Baku Aman, Industri Tekstil Siap Meroket

Selain itu, pihaknya juga akan menunjuk Bulog sebagai manajer supplier terhadap distribusi beras melalui e-Warung setiap wilayah. Menurut Agus, penyaluran beras BPNT akan dilakukan secepatnya setelah ada kesepakatan.

Nanti teknisnya, Bulog sebagai manajer supplier yang akan berkoordinasi di lapangan. “Kami percaya beras Bulog berkulitas,” imbuh Agus. Buwas sapaan akrab Budi Waseso, menyambut baik keputusan Kemensos. Buwas mengaku tidak jadi mengundurkan diri.

“Kan sudah selesai ini, tidak (jadi). Maksud saya kan begini, sekarang sudah diserahkan ke Bulog, berarti peran Bulog jelas kan,” ungkap Buwas.

Berita Terkait : Ini Lima Jurus Menteri Agus Kerek Pertumbuhan Industri

Seperti diketahui, tiga hari lalu, Buwas menyampai kan kekecewaanya atas pe ngelolaan beras bansos. Menurutnya, Kemensos ingin menyerahkan penyaluran beras bansos lebih banyak ke swasta.

Sementara Bulog cuma kebagian sedikit, itu pun untuk daerah yang sulit dijangkau. Dengan kondisi seperti itu, Buwas mengancam ingin mundur dari Dirut.

Melanjuti keterangannya, Buwas berharap koordinasi antara Bulog dan Kemensos akan lebih baik lagi ke depan. Dia menyatakan, siap mengemban tugas baru yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemensos.

Berita Terkait : Industri Galangan Kapal Perlu Dukungan Pembiayaan

“Bulog memiliki banyak stok beras dan berkulitas,” terangnya. Buwas menuturkan, pihaknya akan melibatkan swasta. Karena, Bulog tidak bisa sendirian dalam menyalurkan beras BPNT.

“Tentu melibatkan swasta tidak masalah, yang penting ada yang bertanggung jawab dalam hal ini. Kami jadi bisa kontrol dan jamin kualitas,” ucapnya.

Buwas belum bisa memberikan estimasi jumlah persentase porsi penyaluran be ras yang akan diserahkan ke swasta. Karena, menurutnya, pihaknya ingin melakukan penyesuain lebih dulu dengan pasokan yang ada di Bulog. [QAR]