Sebelum Dilantik Jokowi, 781 Capaja TNI-Polri Digembleng Agar Tak Khianati NKRI

Klik untuk perbesar
Pembelakan Capaja TNI-Polri, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/7). (Foto: Danu/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 781 Calon Perwira Remaja atau Capaja TNI-Polri diberi pembekalan sebelum dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (16/7) mendatang. Pembelakan berlangsung di Gedung Gelanggang Olah Raga (GOR) Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/7).

Saat pembekalan, Danjen Akademi TNI, Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, mengingatkan agar seluruh capaja TNI-Polri tidak menghianati NKRI. Sikap loyal dan setia terhadap negara harus tetap terjaga dengan baik, meski menghadapi cobaan berat sekalipun.

"Insya Allah, lima hari lagi kalian akan dilantik Presiden Republik Indonesia. Tapi, setelah dilantik, saya enggak mau kalian berkhianat. Jangan sekali-kali kalian mengkhianati sumpah kalian. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Tri Brata, Catur Prasetya," kata Aan.

Baca Juga : JK: Fachrul Paham Agama Lho

Ia juga mengingatkan, selepas dilantik, para capaja TNI dan Polri harus terus menuntut ilmu dalam upaya meraih cita-cita. Pelantikan nanti hanya langkah awal dari perjalanan dalam menentukan masa depan. Baik di karier kedinasan, maupun menentukan nasib bangsa dan negara di kemudian hari.

"Selepas dari sini kalian harus punya visi dan misi. Kalian harus punya cita-cita tinggi. Saya ingin kalian jadi jenderal, jadi laksamana, jadi marsekal, jadi jenderal polisi. Kalian nggak perlu khawatir, nggak usah takut, dan tidak usah ragu-ragu. Tapi kalau cuma ingin jadi letda, berarti ada yang salah ini di akademi," ujarnya.

Dalam mewujudkan cita-cita tersebut, Aan menegaskan, harus dilakukan dengan cara benar atau on the track. Cara mendekatkan diri kepada Tuhan, kerja keras, belajar yang giat, memiliki komitmen, serta memiliki semangat pantang menyerah, juga harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegagalan.

Baca Juga : Ketua MPR: Semangat Perkokoh Persatuan dan Regenerasi dari Kabinet Baru

"Berdoa itu penting. Tapi kalau tidak diikuti dengan kerja keras dan belajar, itu sama saja bohong. Apalagi di jaman seperti sekarang di mana teknologi terus berkembang secara dinamis. Jadi langsung puas dengan ilmu yang didapat di akademi," tuturnya.

Aan yakin, semua Capaja mampu menggapai mimpi bila doa dan kerja keras dilakukan. Alasannya karena semua Capaja tidak ada yang bodoh, dan dalam keadaan normal. Tingkat intelektualiatas para Capaja juga terbilang cukup tinggi karena tidak ada yang IQ-nya dibawah 90.

"IQ standar perwira 115. Kalau asa yang 90, mungkin masukmya dengan cara nyogok," ujarnya.
Sementara itu, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto berpesan, seorang perwira harus dapat berinovasi dan mencipatakan hal-hal yang baru. Dengan begitu, perwira tidak ketinggalan perkembangan zaman.

Baca Juga : Jadi Menperin, Agus: Sulit Gantikan Airlangga

"Capaja harus kaya akan ide dan harus mampu untuk berimprovisasi. Harus jeli melihat celah dan melakukan inovasi," kata Arief. [DNU]