Bupati Zaki Tinjau Lapas Open Camp

Klik untuk perbesar
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kanan) seusai berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (12/7). (Foto: Tangsel Pos).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berharap Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dimanfaatkan warga binaan dan masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikan Zaki di sela-sela acara peninjauan Lapas Open Camp Ciangir, Legok, Ju￾mat (12/7).

“Di Lapas itu banyak Balai Latihan Kerja (BLK). Tentu saja itu bisa dipergunakan warga binaan dan masyarakat seperti untuk pertanian, peternakan, perikanan dan bahkan untuk industri,” ungkap Zaki.

Berita Terkait : Bupati Zaki Setuju Ibukota Pindah

Diakuinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan mendukung penuh program-program Lapas Ciangir dengan banyak BLK-nya.

“Mudah-mudahan di Lapas ini betul-betul menjadi pusat holtikulura di wilayah selatan Kabupaten Tangerang,” katanya.


Menurut dia, potensi holtikultura di Lapas Ciangir akan dikerjasamakan Pemkab serta Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat binaan dan masyarakat sekitar.

Berita Terkait : Menpora Bangga Venue Boling di Jakabaring Berstandar Internasional

Dijelaskannya, Lapas Ciangir memiliki konsep terbuka atau minimum security. Artinya lapas tersebut berbeda dengan lapas lainnya yang umumnya memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Diketahui, selain meninjau Lapas Ciangir, Zaki juga menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi di lingkungan Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Banten.

Dodot Adi Koeswanto selaku Direktur Teknologi dan Kerjasama Ditjenpas Kemenkum HAM mengungkapakan, Lapas Ciangir Ladalah lapas minimum security dengan konsep open camp pertama di Indonesia.

Berita Terkait : Bupati Meranti Dicecar Aliran Suap DAK ke Bowo

Saat ini di kompleks lapas hanya ada beberapa bangunan, berdampingan dengan rumah penduduk, persawahan, dan lahan kebuh siap garap.

“Warga binaan akan mengubah lahan kosong menjadi perkebunan, budi daya perikanan, peternakan atau pertanian. Setelah mereka memperlihatkan perilaku baik, kami akan membinanya menjadi individu mandiri dan siap berintegrasi dengan masyarakat setelah bebas,” kata Dodot. [BUD]