Waspada, 14 Titik Panas Mulai Muncul di Riau

Klik untuk perbesar
Ilustrasi titik kebakaran hutan dan lahan di Riau (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau mendeteksi lonjakan titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua, Sabtu (13/7) pukul 16.00 WIB, terpantau 35 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen sebagai indikasi terjadinya karhutla di 10 kabupaten kota di Provinsi Riau.

"Titik panas terpantau menyebar di Kabupaten Pelalawan dengan tujuh titik panas, serta Bengkalis, Rokan Hilir dan Siak masing-masing enam titik panas," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno di Pekanbaru, seperti dikutip Antara, Sabtu (13/7).

Berita Terkait : Diduga Timbulkan Karhutla di Riau, KLHK Segel 10 Konsesi Perusahaan

Selain tiga wilayah tersebut, titik panas turut menyebar di Kampar tiga titik, Rokan Hulu dua titik, serta satu titik panas masing-masing menyebar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru.

Secara umum, BMKG juga mendeteksi lonjakan titik panas yang terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Selain 35 titik panas di Riau, terpantau pula 18 titik panas di Sumatera Selatan, tujuh titik di Jambi, empat titik di Bengkulu serta tiga titik panas masing-masing di Lampung, Sumbar, Sumut dan dua titik panas di Bangka Belitung.

Dari 35 titik panas di Riau, BMKG menyebut 17 titik di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

Berita Terkait : BNPB: Masih Ada Pejabat Daerah Yang Tak Peduli Karhutla Di Wilayahnya

Sebanyak 17 titik panas itu menyebar di Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing empat titik, tiga titik api di Siak, dua titik di Rokan Hulu, serta masing-masing satu titik api di Bengkalis, Kampar, Indragiri Hulu dan Pekanbaru.


Titik panas yang terpantau di Riau pada hari ini, disinyalir merupakan yang terbanyak dalam sebulan terakhir.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menugaskan 1.500 personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, hingga tokoh agama dan masyarakat  ke desa-desa di Provinsi Riau yang dianggap rawan terjadinya Karhutla.
 Selanjutnya