Alhamdulilah, Korban Tanah Bergerak Sumedang Dikasih Bantuan Rp 1,6 Miliar

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat (kedua kiri) bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Margo Wiyono (kiri) menyerahkan bantuan kepada Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan (kedua kanan) disaksikan Anggota Komisi VIII DPR Lilis Santika di Sumedang, Jawa Barat (Sumber Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat (kedua kiri) bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Margo Wiyono (kiri) menyerahkan bantuan kepada Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan (kedua kanan) disaksikan Anggota Komisi VIII DPR Lilis Santika di Sumedang, Jawa Barat (Sumber Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementrian Sosial menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,6 miliar rupiah kepada korban tanah bergerak di desa Cimanintin, kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, bantuan ini terdiri dari bantuan stimulan pembangunan rumah sebesar Rp 1,575 miliar dan bantuan lumbung sosial Kampung Siaga Bencana (KSB) Rp 69,57 juta dan motor dapur umum lapangan. “Bantuan stimulan itu diberikan kepada 63 kepala keluarga masing masing Rp 25 juta.Disamping itu kita juga siapkan bantuan untuk KSB,” kata Harrydi Sumedang, kemarin.

Harry menambahkan tingginya intensitas hujan di Jawa Barat beberapa waktu lalu mengakibatkan bencana alam di di beberapa titik. Salah satunya pergerakan tanah di Dusun Cimanintin Blok Babakan Sawah, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Sumedang.

Berita Terkait : Anak Muda Paling Berperan Bangun Desa

“Ini akibat curah hujan yang tinggi secara terus-menerus, pergerakan tanah ini telah merusak rumah warga sekitar 63 KK,” jelasnya. Harry menambahkan area terdampak pergerakan tanah di dusun ini mencapai 4 hektar. Untuk itu, warga yang berada di area tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Mereka telah direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan bantuan pemerintah setempat,” ujarnya.

Untuk menghidari jatuhnya korban di kemudian hari, pemerintah telah memutuskan untuk membentuk kampung siaga bencana ke 628 di dusun. “Kesiagaan warga Dusun Cimanintin sangat dibutuhkan untuk meminimalisir korban. Dusun ini sangat rawan bencana. Dusun ini merupakan KSB ke 5 di Kabupaten Sumedang,” kata Harry.

Baca Juga : Deputi Pencegahan dan Plt Juru Bicara KPK Diadukan ke Dewas

Kemensos menargetkan berdirinya 100 Kampung Siaga Bencana (KSB) di sejumlah kabupaten dan kota pada tahun ini. Kemensos juga berharap KSB di Kabupaten Sumedang terus bertambah keberadaannya. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. Untuk wilayah Sumedang keberadaan KSB berbasis Desa ditingkatkan menjadi berbasis kecamatan. Di kabupaten ini ada 26 kecamatan. Diharapan semua kecamatan bisa menjadi KSB. “Jika sudah terbentuk semua maka bisa ditingkatkan menjadi Kabupaten Siaga Bencana,” terangnya. [QAR]