Bakal Serap 3.000 Tenaga Kerja dan Dukung Industri KA Nasional

INKA Bangun Pabrik KA Terbesar se-Asia Tenggara di Banyuwangi

Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) saat meninjau progres pembangunan pabrik kereta api milik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/7). (Foto: Humas BUMN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno meninjau progres pembangunan workshop atau pabrik kereta api (KA) milik PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pembangunan pabrik ini akan mendukung industri KA di Tanah Air. Workshop ini akan menjadi pabrik KA kedua milik PT INKA.

Rini menilai, pembangunan pabrik KA milik PT INKA ini sangat penting. Sebab, daya tampung pabrik KA di Madiun sudah terlalu padat dan tidak mencukupi. Sedangkan, PT INKA baru saja mendapatkan pesanan gerbong dan lokomotif KA dari Laos.

Berita Terkait : Swiss Mau Bangun Pabrik Kereta Api Di Banyuwangi

“Kita juga sudah menawarkan ke Filipina dan Madagaskar. Jadi, kita tawarkan ke banyak negara juga. Alhamdulillah, kita punya. Ini harus cepat terselesaikan, karena memang pesanannya PT INKA sudah banyak yang menunggu. Pesanan gerbong dan lokomotif kereta makin banyak, sehingga di Madiun itu sudah cukup padat, dan tidak mencukupi,” terang Rini di Banyuwangi, Rabu (17/7).

Pemilihan lokasi pabrik KA di Banyuwangi, bukan tanpa alasan. Pabrik kedua ini berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Baru. Pabrik ini akan dilengkapi testing track sepanjang 4 km. “Memang pabrik-pabrik kereta yang besar di dunia harus ada test track-nya, dan itu membutuhkan lahan yang besar,” katanya.

Pabrik kedua PT INKA di Banyuwangi ini menempati lahan seluas 83,49 hektar. Untuk tahap pertama, pembangunan pabrik ini menelan dana hingga Rp 483 miliar dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Baca Juga : Sistem Pembelian Tebu Kementan, Bikin Petani dan Pabrik Gula Maju

Pabrik kedua ini akan membutuhkan sekitar 3.000 tenaga kerja, yang penyerapannya akan diutamakan dari masyarakat sekitar dalam pengoperasian pabrik KA. Salah satunya, lulusan SMK.

Workshop tersebut nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA, sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara. Pabrik ini akan membuat lokomotif dan gerbong, yang berorientasi ekspor ke luar negeri. Hingga saat ini, progres pembangunan pabrik KA tahap pertama ini sudah mencapai 20 persen.


“Kita harapkan, tahap pertama pabrik KA kedua milik INKA ini bisa selesai pada Agustus 2020,” tegas Rini.
 Selanjutnya