Fokus Bangun SDM Berkualitas

Syafruddin Dorong Kepala Daerah Perluas Layanan Ke Pelosok

Klik untuk perbesar
SALAMAN: Menpan RB Syafruddin (baju putih) didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kanan) berjabat tangan dengan sejumlah peserta acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DI PA) untuk Sulawesi Selatan tahun anggaran 2019, di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. (Foto: Istimewa)


RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala daerah didorong untuk memperluas akses pelayanan publik hingga ke pelosok daerah. Penguatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas, meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah, serta pengembangan tata laksana lembaga sangat dibutuhkan untuk persaingan global. 

Hal itu dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin saat memberikan pengarahan pada acara penyerahan DIPA APBN TAA2019 serta Musrenbang RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2028-2023 di Makassar, kemarin.  Menteri PANRB meminta agar pembangunan dan pengembangan SDM aparatur negara diatensi penuh oleh seluruh kepala daerah. 

“Pembangunan kualitas SDM Indonesia adalah aset utama kemajuan bangsa. Kita jangan berpikir lagi bahwa Indonesia luas geografinya besar, dengan sumber daya alam melimpah. Jika kualitas SDM kurang baik, siapa yang akan mengelola itu semua? ”ujarnya. 

Dijelaskan, kondisi SDM terlihat dari indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia. Pada tahun 2016, menurut hasil asesmen / penelitian UNDP, IPM Indonesia menduduki peringkat 113 dari 188 negara dengan nilai indeks komposit 0,689. Indonesia tergolong negara dengan pembangunan manusia sedang. 

Pada postur ASN, saat ini terdapat 4,37 juta PNS, yang tersebar pada total 696 kementerian / lembaga dan pemda, dengan kondisi persebaran belum ideal. Pasalnya, PNS didominasi kelompok fungsional umum (43%), usia 51 tahun (20,36%), serta jabatan fungsional tertentu (JFT) kategori kompetensi dan performa rendah (34,5%). 

Karena itu, dalam rekrutmen CPNS pada 2018 persebaran ASN diubah. Dari total formasi CPNS sejumlah 238.015,52 persen diantaranya untuk tenaga pendidikan, 25 persen tenaga kesehatan dan hanya 23 persen tenaga teknis/infrastruktur.  Pemerintah mengutamakan kualitas tanpa mengesampingkan kebutuhan negara untuk menghadirkan pelayanan publik untuk masyarakat. 

“Kita mencatat ada 3.627.811 pelamar. Hingga berakhirnya periode Seleksi Kompetensi Bidang, tingkat kelulusan sudah mencapai 65,47 persen secara nasional, ”tuturnya. 

Menurutnya, postur smart ASN harus dibangun secara mantap, karena merekalah yang menjadi pilar perubahan kinerja yang mendorong perubahan organisasi, institusi, dan bangsa. 
ASN harus meningkatkan derajat reformasi birokrasi dan daya saing bangsa, menguatkan integritas kepribadian bangsa, dan mendorong efektifitas pemerintahan yang bebas korupsi dan independensi birokrasi dari intervensi politik. 

ASN juga menggaungkan nasionalisme dan menghilangkan mentalitas silo, menjaga kualitas formulasi dan implementasi kebijakan, meningkatkan kredibilitas pemerintah, serta menghadirkan negara untuk benar-benar dekat dan bermanfaat bagi rakyatnya. 

Dalam kesempatan itu, Syarifuddin mengatakan, pihaknya tengah menjajaki revisi regulasi tentang pola karier nasional. Guna menjaga keseimbangan kinerja pemerintahan pusat dan daerah, serta guna memberlakukan learning knowledge.  Ke depan kata dia, akan dilakukan rotasi nasional bagi Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) madya dan Pratama (eselon 1 dan 2) secara lintas kedaerahan. 

“Dengan demikian, 12.600 PPT madya dan pratama dapat ditampung talent pool nasional yang menyediakan ketercukupan pilihan untuk lowongan jabatan serta menjaga kontribusi pejabat itu bagi pemerintah,” tuturnya. [QAR]
 

RM Video