RMco.id  Rakyat Merdeka - Menpora Imam Nahrawi berharap peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tidak hanya jadi seremoni belaka. Imam ingin Haornas berdampak luas dalam dunia olahraga.

Hal itu dikatakan Imam saat memimpin rapat dengan Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta bersama para eselon 2 di lingkungan Deputi Pembudayaan Olahraga di Ruang Sidang Lantai 10, Menpora, Senayan, Jumat (19/7) pagi.

Baca Juga : Maria Vania, Dapat Pesan Tak Senonoh

Rapat membahas terkait persiapan Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 yang jatuh pada 9 September di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menpora mengatakan bahwa Haornas ini sudah sering dilakukan setiap tahun sehingga peringatan Haornas tahun ini jangan hanya sekedar menyelenggarakan Haornas tapi lebih dari itu harus ada sebuah momentum kebengkitan olahraga.

Baca Juga : Jokowi Terusik Kritik

"Kita (Kemenpora) sudah sering mengelar peringatan Haornas setiap tahunya. Karenanya saran saya, jangan hanya sekedar peringatan semata tapi lebih dari pada itu harus ada sebuah momentum kebangkitan olahraga, momentum prestasi olahraga, momentum pemasalan olahraga," ujarnya.

Menurutnya, kalau hanya sekedar teknis penyelenggaraan, persiapan penyelenggaan siapapun bisa melaksanakannya. Tapi bagaimana sebuah peringatan itu menjadi sebuah momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kebangkitan olahraga, prestasi olahraga bahkan ada sesuatu yang baru. Ia pun mencontoh sesuatu yang baru tersebut.

Baca Juga : Sri Mulyani Tetap Pede

"Salah satu contoh adalah olahraga tradisional Egrang. Pada peringatan Haornas nanti harus ada pemecahan rekor MURI bahkan kalau perlu di buat seperti pemecahan rekor Poco-poco yang lalu. Ini kita lakukan agar rasa patriotisme bangsa ini semakin mendalam dan kecintaan pada tanah air dengan segala budaya tradisional yang sudah diwariskan oleh leluhur kita. Saya berharap hal seperti itu yang dimunculkan sehingga ada sesuatu yang diingat oleh seluruh anak bangsa," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menpora juga meminta agar pra Haornas ini sudah harus terdengar di masyarakat. "Artinya masyarakat sudah tahu kalau tanggal 9 September nanti ada peringatan Horrnas. Berarti saya berharap harus ada mobilisasi media dan sosial media agar publik tahu. Tapi lebih dari pada itu, semua kementerian ikut melaksanakan peringatan Haornas ini. Seperti peringatan Sumpah Pemuda yang diperingati oleh semua kementerian," tutupnya. [IPL]