Jokowi Tuntaskan 51 Persen Saham Freeport

Kurang Apa, Papua Dapat 10 Persen

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi bersalaman dengan CEO Freeport, McMoRan Richard Adkerson, disaksikan beberapa Menteri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12). (Foto: Twitter @Sekretaris Kabinet)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia sudah tuntas. Presiden Jokowi yakin, hal ini akan mendorong naiknya pendapatan negara. Sementara Provinsi Papua juga kebagian 10 persen saham yang diakuisisi. Kurang apa coba.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato di Istana Negara, kemarin. Jokowi menyebut penandatanganan akuisisi 51 persen saham PT Freeport telah rampung. PT Inalum selaku BUMN yang ditunjuk pemerintah pun resmi menguasai mayoritas saham perusahaan pertambangan asal Amerika itu.

“Semuanya juga telah terselesaikan dan disepakati. Artinya semuanya sudahcomplete, tinggal bekerja saja,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, penandatanganan itu menyusul adanya sejumlah langkah yang telah ditempuh, seperti pembangunan smelter, penyelesaian masalah lingkungan, dan pembayaran divestasi.

Jokowi juga berharap, hal itu dapat meningkatkan pendapatan negara, baik berupa pajak maupun nonpajak. Masyarakat Papua, kata Jokowi, juga memperoleh 10 persen dari saham PT Freeport.

Selain itu, lanjut Jokowi, Papua juga akan menerima pemasukan berupa pajak di daerahnya. “Yang terakhir masyarakat di Papua juga mendapat dari saham yang ada,” kata Jokowi. Tak hanya lewat pidato, Jokowi juga menyebarkan kabar ini lewat akun media sosial miliknya. Dia menyebut Freeport Indonesia yang beroperasi mulai tahun 1973 kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Hari ini, dengan mengucap syukur Alhamdulillah, saya menyampaikan bahwa saham PT Freeport Indonesia sebanyak 51,2 persen sudah beralih ke Indonesia melalui PT Inalum,” ujarnya.

Jokowi berharap dengan kesepakatan ini, pendapatan negara bertambah, baik dari sektor pajak maupun non-pajak. Kata dia, 51,2 persen saham itu dipilah-pilah lagi berdasarkan pemiliknya. 60 persen murni milik PT Inalum (Persero) dan 40 persen dikuasai joint venture BUMD milik pemerintah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua bernama PT Indonesia Papua Metal and Mineral (IPMM).

Keputusan ini diapresiasi banyak pihak. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan hal ini jadi bukti, Jokowi tidak pro asing. Ia menyatakan momentum tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan Jokowi yang berpihak terhadap rakyat.

Di sisi lain, Ace menjamin bahwa masyarakat Indonesia, turut menerima keuntungan dari momentum tersebut. Khusus untuk Papua, selain jatah saham sebanyak 10 persen, masyarakat juga akan menikmati pendapatan lain dari Freeport berupa pajak, nonpajak, dan royalti.

Kurang apa coba. “Tentu saja di Papua juga akan mendapatkan pajak daerahnya,” kata Ace, dalam rilis yang diterima redaksi, kemarin. Selain itu, Ace menambahkan, hal ini juga membuktikan Jokowi sebagai sosok pemimpin yang berhasil mewujudkan cita-cita konsep ekonomi berdiri diatas kaki sendiri (berdikari) bagi Indonesia. Yakni di mana sumber daya alam dapat dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. . [BCG]

RM Video