Bersama Jokowi, Menhub Cek Pelabuhan Di Danau Toba

Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Tapanuli Utara Taput Nikson Nababan (kiri) saat mengecek  pelabuhan di  Danau Toba, Senin (29/7)
Klik untuk perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Tapanuli Utara Taput Nikson Nababan (kiri) saat mengecek pelabuhan di Danau Toba, Senin (29/7)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Jokowi dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Danau Toba. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ikut mendampingi presiden dalam kunjungannya kali ini. 

Tak hanya mendampingi, Menhub mengaku, kementeriannya tengah mengembangkan sejumlah infrastruktur transportasi guna mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Danau Toba. 

“Kita tahu bahwa Toba satu tempat yang begitu indah. Kita akan kembangkan sejumlah infrastruktur transportasi disini, seperti di Pelabuhan Muara ini,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/7).

Sebanyak 12 pelabuhan penyeberangan yang ada di kawasan Danau Toba akan dikembangkan yaitu Pelabuhan Balige, Muara, Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras, Sipinggan,  Onanrunggu,  Onanbaru, Neinggolan, Pakkara, dan Marbuntoruan.

Berita Terkait : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

Menhub menjelaskan, saat ini prioritas dari Pemerintah memberikan dukungan di daerah Danau Toba untuk menjadi 10 Bali Baru sama seperti Labuan Bajo, Kuta Mandalika, Belitung, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, Borobudur dan Bromo. 

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, pihaknya membangun 5 kapal besar untuk melayani angkutan penyeberangan di Danau Toba. Satu diantaranya yaitu Kapal Motor Ihan Batak sudah siap digunakan setelah dua tahun proses pembangunan. 

Namun begitu, Menhub mengatakan, akan tetap memperhatikan kapal-kapal kecil milik masyarakat.

"Selain membangun 5 kapal, Kemenhub juga memberdayakan kapal disini. Ini bagian dari penghidupan masyarakat. Jadi kita harus perhatikan juga bahwa masyarakat tidak boleh tersingkirkan. Kita buat kapal-kapal besar tapi kapal kecil masyarakat tetap dioperasikan dengan memperhatikan aspek keselamatan," jelasnya. 

Berita Terkait : Dukung Keselamatan Navigasi, Kemenhub Resmikan Fasilitas Pelayaran

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini mengatakan, pada tahun 2020, ditargetkan pengembangan sarana dan prasarana transportasi di Danau Toba, sudah siap semuanya.

"Paling penting adalah kita memberikan prioritas kepada danau toba untuk menjadi bali baru. Kita lihat pembangunan sudah dua tahun ini kota lakukan. Kapal ikan batak sudah siap dan kita akan koordinasi dengan fungsi yang lain. Kita harapkan 2020 sudah siap semua," ungkapnya

Sekedar informasi, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat memberikan dukungan transportasi darat untuk pengembangan KSPN Danau Toba, meliputi pembangunan 12 pelabuhan yang terdiri dari satu pembangunan pelabuhan danau yang akan selesai tahun 2019, enam pembangan pelabuhan selesai tahun 2020,  satu pelabuhan lanjutan dan empat pembangunan baru.  

Sementara, untuk pengadaan kapal yaitu satu kapal roro telah selesai tahun 2018, satu unit kapal roro selesai tahun 2019, satu unit kapal roro selesai tahun 2020 dan dua unit bus air selesai tahun 2020. 

Berita Terkait : Jokowi Ajak Berdoa dan Kerja Keras Hadapi Pelambatan Ekonomi Dunia

Kemudian, pengadaan fasilitas perlengkapan jalan KSPN Danau Toba tahun 2019-2020 yaitu lingkar dalam Pulau Samosir, Ruas Jalan Kabanjehe-Sidikalang, Ruas Jalan Nasional di Kab. Simalungun dan Ruas Jalan D. Merangir-P Siantar-Parapat.  

Selanjutnya, penyediaan delapan lintasan angkutan antarmoda dan fasilitas pendukung KSPN Danau Toba Tahun 2019 dan 2020 yaitu, Lintasan Silangit– Ajibata Via Sibisa/Kaldera, Lintasan Silangit – Tarutung,Lintasan Silangit – Dolok Sanggul, Lintasan Ajibata – P. Siantar (Stasiun Kereta Api), Lintasan Teluk Nibung – Ajibata,Pelayanan Shuttle Balige,Pelayanan Shuttle Parapat, dan Pelayanan Shuttle Tapanuli Utara (Huta Ginjang). Total investasi yang akan dikeluarkan sampai dengan tahun 2020 yaitu sekitar Rp600 miliar. [KPJ]