Pengembangan Kawasan Wisata Sekitar Danau Toba

Gregetan, Jokowi Minta Ganti Investor Yang Lelet

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat berfoto bersama dengan latar belakang The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (30/7) siang. (Foto: Humas Setkab)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat berfoto bersama dengan latar belakang The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (30/7) siang. (Foto: Humas Setkab)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta Badan Otorita Danau Toba untuk mendesak investor, agar segera mulai membangun kawasan wisata di sekitar Danau Toba.

Jika investor masih ragu membangun kawasan tersebut, Jokowi memerintahkan Badan Otorita untuk segera mengganti investor tersebut.

Berita Terkait : Bamsoet: Danau Toba Harus Jadi Tujuan Pariwisata Dunia

“Kalau ini sudah mulai, tapi investornya nggak mulai-mulai, stop ganti. Kalau ndak, kapan mulai? Tempat yang sangat bagus seperti ini, harusnya gampang cari investor,” kata Jokowi usai meninjau kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (30/7) siang.

Saat ini, ada 386 hektar luas tanah di kawasan wisata Danau Toba yang sudah clear, dan sudah dipegang Badan Otorita Danau Toba. Karena itu, Jokowi minta secepatnya dimulai. Baik itu yang terkait tanggung jawab pemerintah, infrastruktur jalan, dan lain-lain.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

Jokowi menjelaskan, nantinya, di kawasan Danau Toba akan ada hotel bintang 4, bintang 5, resort, dan juga padang golf. "Yang jelas ini untuk mice, incentive, convention, and exhibition (MICE). Wisatanya juga komplit. Wisata air ada, wisata alam ada, air terjun ada, wisata religi ada. Sudah komplit,” ujarnya.

Sebelum nantinya pindah ke Humbang Hasundutan yang masih luasnya 533 hektar, pemerintah akan menyelesaikan dulu yang di Tobasa seluas 386 hektar.

Baca Juga : Menlu RI Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Taliban

“Sana lagi bregg, rampung lagi. Sekarang memang kerjanya seperti itu, kerja barengan, terintegrasi pusat, provinsi, daerah, bagi-bagi. Tadi malam sudah kita bagi semuanya,” kata Jokowi.

"Kalau banyak hotel di sini pasti dong, sayur masuk hotel, buah masuk hotel, singkong masuk hotel, jagung masuk hotel, kentang masuk hotel, lapangan kerja terbuka, barang-barang kerajinan di sini yang banyak sekali, tenun, ulos, indikraft, semuanya, kopinya nggak usah dijual di luar, pakai sendiri di sini,” imbuhnya. [HES]