RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengungkapkan, Ibukota Negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke salah satu tempat di Pulau Kalimantan. Ia berjanji akan menyampaikan secara resmi, mengenai lokasi ibukota yang baru pada Agustus mendatang.

“Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan.  Nah, Kalimantannya yang mana, itu yang belum. Nanti kita sampaikan Agustus lah,” kata Jokowi menjawab wartawan usai mengunjungi kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (30/7) siang.

Berita Terkait : Cek Kesiapan Pilkada, Tito Maraton Keliling Kalimantan dan Sulawesi

Menurutnya, hingga kini, kajian pemindahan ibukota itu masih belum tuntas. “Saya kira, kalau sudah rampung, sudah tuntas, detailnya sudah dipaparkan. Kajian kebencanaannya seperti apa, kajian mengenai air, keekonomian, demografi, sosial politiknya, pertahanan keamanan, semuanya karena memang harus komplit,” jelas Presiden Jokowi.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam masalah pemindahan ibukota negara itu. Tetapi, pemerintah ingin secapatnya diputuskan.

Baca Juga : Isbat Awal Zulhijjah 1441 H Digelar 21 Juli

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, bahwa pemindahan ibukota negara dari Jakarta akan diumumkan oleh Presiden.

Menurut Bambang, lokasi pemindahan ibukota ada di Pulau Kalimantan. Namun ia enggan menyebutkan nama provinsinya. “Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul),” ujar Bambang.

Baca Juga : Gubernurnya Hebat Di Pertanian, Lampung Optimis Menjaga Ketahanan Pangan

Sebagaimana diketahui, pada Mei lalu, Presiden Jokowi telah mengunjungi dua tempat di Pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi sebagai lokasi ibukota negara. Kedua lokasi itu adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. [HES]