Marah Listrik Mati, Senyuman Jokowi Hilang di Kantor PLN

Ekspresi Presiden Jokowi saat mendengar penjelasan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani soal mati listrik massal yang terjadi pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Ekspresi Presiden Jokowi saat mendengar penjelasan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani soal mati listrik massal yang terjadi pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Padamnya listrik di Jabodetabek dan sebagian wilayah Pulau Jawa tak hanya membuat marah rakyat. Presiden Jokowi, juga ikut meluapkan hal serupa. Senyumannya yang biasa terpancar di wajahnya, tak lagi nampak saat Jokowi menyambangi kantor PLN, Senin (5/8). 

Jokowi menyambangi kantor PLN di Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 08.45 WIB. Kedatangan eks Wali kota Solo ini lebih cepat 15 menit dari yang dijadwalkan. Jokowi yang berkemeja putih dipadu celana hitam dan sepatu kets hitam, didampingi sejumlah menteri.

Baca Juga : Buktikan Saja ERP Bukan Proyek Akal-akalan Doang

Ada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan. Jonan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Tampak pula Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

Di depan pintu gedung, Presiden disambut langsung Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani. Raut wajah Jokowi tak ramah seperti biasanya. Dia langsung berjalan memasuki gedung. Sebenarnya, ada ruang transit yang disediakan untuk Jokowi. Tapi, dia memilih langsung naik ke lantai 2, ruang rapat PLN.

Baca Juga : Pejalan Kaki dan Pesepeda Bakal Dimanja

Di dalam ruang rapat, hadir belasan jajaran PLN. Jokowi langsung duduk, diapit Pramono dan Jonan di sisi kanan-kirinya. Sementara Sripeni didampingi Direktur Regional Jawa Tengah PLN Nasri Sebayang.

Tanpa basa-basi, Jokowi langsung mengutarakan maksud keda- tangannya. Yakni, mendengar langsung peristiwa pemadaman total hari Minggu (4/8) kemarin. Jokowi bilang, dalam sebuah manajemen besar seperti PLN, mestinya ada tata kelola risiko yang dihadapi. Ada contingency plan dan ada back up plan.

Baca Juga : KPPU Diminta Pelototi Tender Di BMKG

“Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” katanya. PLN, lanjutnya, mestinya belajar dari kejadian 17 tahun lalu, ketika listrik padam di Jawa dan Bali pada 2002.

Dia pun menyebut, hal ini merusak reputasi PLN. “Namun banyak hal di luar PLN, terutama konsumen sangat dirugikan,” sambungnya.
 Selanjutnya