RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi masyarakat terdampak insiden kebocoran minyak mentah milik PT Pertamina, yang terjadi di Anjungan Lepas Pantai YYA.

Kunjungan dilakukan untuk mengetahui kondisi terbaru di lapangan,  terkait penanganan musibah tersebut.

Kehadiran Ridwan Kamil di lokasi warga terdampak, disambut langsung oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, didampingi Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf. Keduanya langsung melaporkan perkembangan terbaru penanganan musibah bagi warga terdampak.

Baca Juga : Rusia Minta Perang Di Nagorno-Karabakh Diakhiri

Pada kesempatan tersebut, perwakilan beberapa kelompok masyarakat seperti petani tambak, nelayan, pengepul, dan pembudi daya udang juga ikut menyampaikan apa yang menjadi harapan dan keinginan warga terdampak.

“Dalam krisis, kita tidak boleh saling menyalahkan. Tapi, bergotong royong untuk menanggulangi masalah ini. Karena itu, saya minta kepada semua pihak untuk saling menjaga. Jangan terprovokasi agar tetap kondusif. Saya juga titip ke TNI/Polri untuk membantu dan menjaga keadaan,” tutur Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Balai Desa Cemara Jaya, Rabu (7/8).

Emil meminta masyarakat di 12 desa terdampak, agar tak perlu khawatir, karena Pertamina sebagai korporasi, bertanggung jawab terhadap musibah ini.

Baca Juga : Polisi Amankan 39 Pemuda di Sekitaran DPR, Ngakunya Dapat Undangan Dari Medsos

“Sejauh ini kita harus menghargai upaya Pertamina. Sesuai laporan yang saya terima, semua yang sifatnya kerugian, selama wajar dan apa adanya, sudah disepakati akan diganti. Saya juga meminta bupati dan jajarannya untuk proaktif membantu warganya, dengan mendata seobyektif mungkin. Masyarakat juga harus melaporkan sesuai kondisi di lapangan,” imbuhnya.

Terakhir, ia berpesan, dalam menindaklanjuti kompensasi untuk masyarakat terdampak, harus kembali pada nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat. “Terapkan sila keempat. Utamakan musyawarah dan gunakan perwakilan. Sampaikan keluhan melalui perwakilan kelompok masyarakat kepada pihak berwenang, sehingga tetap kondusif,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, terdapat tujuh desa yang terkena dampak bocornya minyak mentah. Di antaranya adalah Desa Pusakajaya Utara di Kecamatan Cilebar, Desa Pakis di Kecamatan Pakisjaya, serta Desa Sungaibuntu di Kecamatan Pedes.

Baca Juga : 40 Orang Penghuni Gedung DPR Positif Covid-19

Selain itu, juga ada Desa Sedari dan Desa Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya serta Desa Tambaksari, dan Tambaksumur di Kecamatan Tirtajaya.

Daerah di sekitar bibir pantai wilayah perairan utara Karawang, juga terpantau menghitam. Gumpalan-gumpalan hitam yang muncul akibat minyak mentah bercampur dengan pasir, juga timbul di kawasan tersebut. [FAZ]