Peringati Hari Konservasi

Iriana Bersama Nurbaya Lepas Elang Bondol Sampai Tanam Pohon Mangrove DiBatam

Klik untuk perbesar
Iriana Jokowi didampingi Mufidah Jusuf Kalla, Menteri LHK Siti Nurbaya dan istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) di acara puncak Jambore Nasional dan Pameran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Batam, Rabu (7/8)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Iriana Jokowi melepaskan burung elang bondol, yang memiliki nama ilmiah Haliastur Indus di acara puncak Jambore Nasional dan Pameran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Batam, Rabu (7/8). 

Ibu Negara juga melakukan penanaman mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam. Di tengah terik matahari, Iriana mengenakan topi tetap semangat menanam mangrove di kawasan Batam.

"Menanam mangrove pastinya tidak asal menanam saja. Demi kelestarian alam, saya menanam dengan hati, dengan cinta, tidak takut hitam kena matahari. Insya allah akan berkembang dengan baik," ujar Iriana, yang didampingi Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla dan istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong generasi milenial ikut serta menjaga kelestarian alam di Indonesia. 

Berita Terkait : Pertamina Energi dan Pemkab Karawang Kompak Tanam Mangrove

Menteri KLHK Siti Nurbaya mengatakan, pada dasarnya kepedulian terhadap konservasi harus jadi kepedulian umum, termasuk generasi milenial dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja.

"Urusan konservasi jadi bagian kepedulian masyarakat bangsa ini. Termasuk generasi muda. Mereka memiliki peran penting bagi keberlangsungan dan terjaganya ekosistem alam melalui berbagai kegiatan dan sikap kritisnya," kata Siti.


Ditegaskan Siti, kepedulian konservasi sejak usia muda menjadi titik belok kemajuan konservasi di Tanah Air.

Namun, untuk bisa menyentuh generasi milenial menjadi peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan bukanlah hal mudah.

Berita Terkait : Indonesia Power Tanam Mangrove Di Kawasan Pantai PLTU Banten

Siti menyebut, generasi muda memang berorientasi pada penggunaan teknologi informasi, maka dibutuhkan model komunikasi yang sesuai dengan jangkauan kaum milenial itu sendiri.

"Utamanya adalah media sosial.  Pendekatan ini akan kita tingkatkan kedepannya," tegas Siti.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengatakan, HKAN 2019 mengangkat tema Spirit Konservasi Alam Milenial.

"Ini memiliki makna spirit konservasi juga harus dimiliki generasi milenial. Setidaknya 400 pegiat konservasi terlibat dalam kegiatan ini," ujarnya.

Baca Juga : Kementan Dorong Investasi Perkebunan ke Industri Hilir untuk Ekspor

Sebelumnya ia mengatakan milenial sebenarnya punya peran penting untuk konservasi. Untuk generasi muda milenial, dirinya minta mendukung konservasi, praktik wisata alam yang bertanggung jawab, baik itu di gunung, pantai dan dalam laut.


Seperti diketahui, perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) ditetapkan diperingati setiap 10 Agustus, dan peringatan kali ini mengangkat tema Spirit Konservasi Alam Milenial yang dibarengi dengan kegiatan Jambore Konservasi Alam diikuti ratusan siswa SMA dari sejumlah sekolah di Kepulauan Riau. [NOV]