Kemenkes Segera Dirikan Tenda Reproduksi Bagi Korban Tsunami

Klik untuk perbesar
Menteri Kesehatan Nila Moeloek ( baju hitam, tengah) saat mengunjungi korban tsunami di RSUD Bob Bazar Lampung Selatan bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Dok. Kemenkes)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Salah satu dampak yang muncul pasca tsunami adalah terganggunya kesehatan lingkungan. Hal tersebut berdampak pada kesehatan manusia, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, wanita usia subur, dan lansia. Dalam hal ini, kesehatan reproduksi harus ditekankan sebagai upaya mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.


Untuk itu, diperlukan suatu sarana yang menunjang pelayanan kesehatan reproduksi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Subcluster Kesehatan Reproduksi, yang dikoordinatori oleh Eni Gustina akan mendirikan tenda kesehatan reproduksi di lokasi pengungsian tsunami Selat Sunda, si wilayah Banten dan Lampung.

Berita Terkait : Gempa 5,2 SR Getarkan Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

Tenda tersebut berfungsi menunjang pelayanan bagi kelompok rentan. Saat ini, progresnya baru pada tahap assessment pendirian dan pengoperasian tenda tersebut. Assessment dilakukan salah satunya dengan mempertimbangkan jumlah usia rentan dalam suatu lokasi pengungsian. Setelah itu, barulah diketahui jumlah dan di mana lokasi tenda akan didirikan.


“Pendirian tenda kesehatan reproduksi ini penting sekali bagi ibu hamil, karena berhubungan langsung dengan kesehatan ibu dan bayi. Mereka harus diketahui kondisinya  agar bisa ditangani,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek di Jakarta, Kamis (27/12).

Berita Terkait : Dengan Tumpangsari, Produksi Naik, Kekurangan Lahan Teratasi

Nila menjelaskan, strategi promotif dan preventif yang dilakukan subcluster kesehatan adalah dengan memetakan kelompok rentan (ibu hamil, ibu bersalin nifas, bayi, Balita, remaja, wus dan lansia). Mendirikan tenda kesehatan reproduksi di pengungsian untuk memberikan pelayanan kepada kelompok rentan, mendekatkan ibu hamil yang mau lahir ke tempat pelayanan yang tidak terdampak bencana, dan memfungsikan semaksimal mungkin rumah tunggu kelahiran.


Sebelumnya, pada Selasa (25/12), Subcluster Kesehatan Reproduksi Tingkat Pusat telah meninjau lokasi terdampak tsunami di Pandeglang. Tim melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pandeglang  dilanjutkan meninjau tempat pengungsian, lokasi bencana di Kecamatan Sumur, termasuk Puskesmas Sumur. Saat itu telah diberikan bantuan berupa kit ibu hamil, ibu bersalin nifas, dan bayi baru lahir. Selanjutnya,  akan dikirimkan kit higiene serta assessment pendirian dan pengoperasian tenda kesehatan reproduksi untuk menunjang pelayanan bagi kelompok rentan. [HES]

RM Video