Pesan Jokowi Di HUT #RI74

Jangan Korbankan NKRI

Klik untuk perbesar
SALAMI KOLONEL: Presiden Jokowi menyapa Kolonel Laut (P) Hariyo Purnomo, Komandan Upacara Peringatan HUT RI ke-74, usai prosesi upacara selesai, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Kolonel Hariyo tak menyangka begitu diistimewakan Presiden. Ini kejadian pertama dalam sejarah peringatan HUT RI di Istana, Presiden turun dari podium menyapa komandan upacara. (Foto: ANTARA)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peringatan HUT RI ke-74 di Istana Merdeka, kemarin, berlangsung khidmat sekaligus meriah. Sebelum acara dimulai, Presiden Jokowi berpesan tentang tantangan Indonesia yang akan semakin berat. "Jaga keutuhan NKRI, jangan korbankan NKRI." 

Upacara peringatan detik-detik proklamasi digelar di halaman Istana Merdeka, pada pukul 10 pagi. Acara benar-benar meriah. 11 ribu kursi yang disediakan untuk para tamu undangan terisi full. 70 persen di antaranya dialokasikan untuk masyarakat umum. 

Dua jam sebelumnya, para tamu undangan sudah berdatangan mengenakan pakaian adat yang penuh warna. Jokowi memang kembali menggelar kontes kecil bagi tamu undangan yang mengenakan busana adat terbaik. Kontes serupa pernah digelar tahun 2017 lalu. Hadiahnya sepeda.

Jokowi kembali mengenakan pakaian adat. Kali ini, dia tampil dalam balutan busana adat Klungkung, Bali. Dengan pakaian bernuansa hitam dipadu bawahan batik lengkap dengan ikat kepala dan selop. Sementara Ibu Iriana memilih mengenakan pakaian adat Batak Simalungun. Adapun Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah mengenakan adat Aceh.

Acara dimulai dengan parade budaya dan penampilan marching band yang menghibur tamu undangan. Kemudian dilanjutkan dengan kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan teks asli naskah proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka. Lalu dimulai upacara pengibaran bendera. 

Berita Terkait : Ada Perang Dagang, Jokowi Minta Ekspor Mebel Dan Produk Kayu Digenjot

Pasukan Pengibar Bendara Pusaka mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sang Merah Putih tampak gagah berkibar di halaman Istana Merdeka. Prosesi diakhiri atraksi flypast pesawat tempur TNI dan persembahan lagu-lagu oleh paduan suara dan orkestra Gita Bahana Nusantara.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, JK sejenak mengambil panggung untuk memberikan pengumuman pemenang pakaian nasional terbaik. JK telah mempersiapkan hadiah khusus bagi para pemenang tersebut. “Tentu mendapatkan hadiah. Hadiahnya sepeda merah putih,” kata JK.

JK kemudian mengumumkan tiga pemenang yang dinilai oleh juri tampil menarik. Hadiah bagi pemenang pertama diberikan kepada Ibu Khalidah yang mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur. Sementara pemenang kedua ditetapkan kepada Bapak H. Aji Bahrul Hadi, Sultan Gunung Tabur, dengan busana adat Kalimantan Timur. 


Ada pun hadiah bagi pemenang ketiga diberikan kepada Ibu Nora Tristiana Ryamizard Ryacudu yang mengenakan busana adat Lampung. Ketiganya maju ke depan mimbar lalu diberikan hadian berupa sepeda oleh Presiden Jokowi.

Sebelum upacara dimulai, Presiden Jokowi menghampiri para awak media yang berada di sisi barat panggung utama. Jokowi tak sendiri, ia ditemani putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka dan cucunya Jan Ethes. 

Berita Terkait : Tak Takut Kerusuhan, Jokowi Malah Mau Bangun Istana di Papua Tahun Depan

Jokowi mengawali pembicaraan dengan busana yang dipakainya. Kata dia, sejak menjadi Presiden pada 2014, ia sudah berganti-ganti mengenakan pakaian adat. Mulai dari Aceh, Jawa, Betawi, Sasak, Bugis dan sebagainya. Jokowi memastikan, akan meneruskan tradisi menampilkan pakaian adat di acara kenegaraan. “Nanti sampai ke Maluku, Papua, semuanya akan kita angkat,” ungkapnya.

Kepada wartawan, Jokowi kembali menegaskan soal pentingnya kesatuan dan keutuhan negara. Kata dia, keutuhan NKRI adalah segala-galanya. “Jangan sampai dikorbankan karena pemilihan bupati, walikota, gubernur, dan presiden. Keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting,” kata Jokowi.

Jokowi lalu memaparkan tantangan Indonesia ke depan yang akan semakin berat. Dalam menghadapi persaingan yang semakin berat itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi faktor penting. Sebab, tanpa dukungan SDM yang unggul, sulit rasanya menciptakan lompatan kemajuan.

Terkait itu, Jokowi kembali menegaskan, fokus pemerintahannya dalam periode mendatang ialah pembangunan manusia. Karena itu juga, tema peringatan HUT RI ke-74 adalah SDM Unggul Indonesia Maju.  “Dalam periode yang kedua ini, lima tahun ke depan, kita akan fokus, kita akan konsentrasi, kepada pembangunan manusia,” ujarnya.

Warganet pun merayakan Peringatan HUT RI ke-74 dengan meriah. Seharian kemarin, setidaknya ada 5 tagar terkait HUT RI yang memuncaki daftar trending topic atau topik yang paling banyak dibicarakan di jagat Twitter. Beberapa di antaranya adalah #RI74, #DirgahayuIndonesiaku, #DirgahayuRepublikIndonesia dan #UpacaraNetizen. 

Berita Terkait : Tes Mobil Esemka, Jokowi Disopiri Menperin

Melalui tagar itu, warganet mengunggah berbagai ekspresi menyambut kemerdekaan. Macam-macam ekspresinya, ada yang menyoal nasionalisme, optimisme, ada juga yang menyampaikan kritik.  Kebanyakan cuitan itu merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan yang sudah diperoleh.

Tidak sedikit pula yang mengajak masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Beberapa disampaikan dalam bentuk humor dan sindiran. “Dirgahayu Indonesia #RI74. Semoga tetap menjadi ‘Bhineka Tunggal Ika’. Jangan sampai menjadi ‘Bhineka Tinggal Nama’,”. Kicau @aden_aditya. "Semoga negaraku aman dan damai," kata pengguna @farhantriefdhlh. [BCG]