Menteri Rini Dorong Boma Bisma Rajai Industri Mesin Diesel

Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) saat menghadiri launching perdana mesin diesel, hasil kerja sama PT Boma Bisma Indra (Persero)/BBI dengan Doosan Infracor, Rabu (21/8). (Foto: Humas BUMN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mendorong BUMN untuk terus meningkatkan ekspansi bisnis, demi mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan. 

Hal ini diungkapkan Menteri Rini saat menghadiri launching perdana mesin diesel, hasil kerja sama PT Boma Bisma Indra (Persero)/BBI dengan Doosan Infracor, serta penandatanganan kerja sama sembilan BUMN pengguna mesin diesel BBI-Doosan, yang berlangsung di Kantor BBI Surabaya, Rabu (21/8). 

Kerja sama ini merupakan komitmen kedua belah pihak untuk memenuhi kebutuhan mesin diesel nasional.

Proyek Manufaktur Engine Nasional ini dimaksudkan untuk membangun kembali manufaktur mesin diesel dan gas di Indonesia, yang didukung oleh Doosan Infracore.

Berita Terkait : Gandeng Jerman, Inaplas Tekan Emisi dan Digitalisasi Industri Petrokimia

Selain itu, kerja sama ini merupakan upaya kedua belah pihak untuk mendukung program pemerintah, dalam pemenuhan National Capacity Building (NCB) untuk mesin nasional.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan bisnis mesin. Mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel, dengan cara transfer for technology (TFT).

Produk mesin diesel ini ditargetkan dapat memenuhi pasar Indonesia untuk mesin kelautan, alat berat & pertanian, genset, dan sebagainya.

Menteri Rini mengungkapkan, hasil produk BBI-Doosan diharapkan dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh BUMN dan perusahaan nasional lainnya, dalam rangka substitusi impor. Sekaligus memperkuat pohon industri di bidang industri permesinan.

Berita Terkait : Srikandi Indonesia Budayakan Industri Tenun Lokal

“Saya menyambut baik kerja sama ini. Terima kasih kepada Doosan Infracore yang telah berkenan untuk bekerja sama dengan BBI, dalam meningkatkan kapasitas produksi mesin diesel dan gas nasional, dengan kapasitas 4.000 unit per tahun. Saya terinformasi bahwa BBI dan Doosan sepakat untuk mengembangkan bisnis mesin. Mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel desain sendiri, dengan cara transfer for technology (TFT). Ini terus kita dukung,” ungkap Menteri Rini.

Di acara yang sama, juga dilakukan penandatanganan kerja sama yang melipatkan sinergi sembilan BUMN pengguna mesin diesel BBI-Doosan yaitu PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahar, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT PAL, PT Kereta Api Indonesia, PT PINDAD, PT Barata Indonesia, PT Industri Kereta Api dan PT Pelayaran Nasional Indonesia.

“Sinergi seperti ini yang terus saya dorong. Semoga  BUMN-BUMN yang sudah bersinergi, terus  berkomitmen untuk dapat mengembangkan mesin dengan teknologi terbaru, yang tentunya memenuhi semua persyaratan dan sertifikasi yang dibutuhkan. Sehingga, produk kita dapat menjadi pemain besar," ungkap Menteri Rini.

Terkait hal ini, Direktur Utama BBI Yoyok Hadi Satriyono menyampaikan, momen ini akan menjadi milestone bagi BBI dalam pembangunan Manufaktur Engine Nasional.

Baca Juga : Dompet Duafa : Kesadaran Milenial Untuk Berdonasi Terus Tumbuh

“Kami akan mengoptimalkan seluruh kompetensi untuk menguatkan positioning perusahaan dalam bisnis engine nasional, khususnya mesin diesel serta mesin gas," ujar Yoyok.

Hal ini sejalan dengan visi BBI untuk mendukung program lokal konten dan meningkatkan peran strategis, serta perluasan market melalui global supply chain Doosan.

Yoyok juga menambahkan, saat ini aplikasi produk menggunakan Biodiesel B30. Ke depan, akan dilakukan pengembangan produk B60 di tahun depan dan produk B100 pada 2021.

Sementara itu, Executive Vice President Doosan Infracore Dr Joon Ho Yoo mengatakan, “Doosan telah menemukan mitra strategis yang mendukung fokus Doosan dalam manufaktur engine di Indonesia. Kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam perluasan bisnis mesin di kawasan Asia Tenggara". [HES]