RMco.id  Rakyat Merdeka - Langkah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif untuk kembali menduduki jabatannya di komisi antirasuah, terhenti. Dia tak lulus dalam tes tahap ke 4, yakni profile assesment.

Menanggapi hal ini, Syarif mengaku tak kecewa. "Perasaan saya biasa saja ketika tidak lulus 20 besar," ujar Syarif lewat pesan singkat, Jumat (23/8). Di ujung pesannya, Syarif menambahkan emoticon senyum.

Baca Juga : Anies Cek Langsung Kondisi Jakarta, Kerugian Akibat Demo Ditaksir Rp 25 Miliar

Syarif pun mengingatkan pernyataan yang pernah dilontarkannya, saat hendak mengikuti tes profile assessment, di Gedung Lemhanas, Jakarta, Jumat (9/8). Saat itu, dia berkata, "Saya tidak pernah percaya diri, kalau dibutuhkan Alhamdulillah. Kalau tidak dibutuhkan lagi, Alhamdulillah bisa membantu".

Kini, dia kembali mengulanginya. "Sebagaimana yang saya kemukakan sebelum-sebelumnya: ‘lulus Alhamdulillah, tidak lulus juga Alhamdulillah'," imbuhnya. 

Baca Juga : Gabung Timnas Indonesia U-19 Di Kroasia, Elkan Baggot Siap Lawan Dugopolje

Setelah melepaskan jabatannya pada Desember nanti, peraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hasanuddin, LL.M dari Queensland University of Technology, Brisbane, Australia dan Ph.D dalam hukum lingkungan hidup internasional dari Universitas Sydney, Australia itu mengaku ingin mengajar.

"Kemudian bikin program antikorupsi, bantuin KPK dari luar. Atau bantuin lembaga-lembaga antikorupsi lain di negara lain.  Bantuin beberapa organisasi internasional, dan lain-lain," bebernya.

Baca Juga : Perpusnas Siapkan Inovasi Sebagai Strategi Percepatan Reformasi Birokrasi

Setelah gugurnya Basaria Panjaitan dan Laode M. Syarif, Kini komisi antirasuah tinggal menyisakan dua wakil dalam seleksi calon pimpinan KPK.

Keduanya adalah calon petahana, yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, serta Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko. [HES]