Di Tabana, BUMDes Jadi Lumbung Kesejahteraan Petani

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo main ke sawah di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8).
Klik untuk perbesar
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo main ke sawah di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Tabanan tengah menggalakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar dapat memberikan nilai tambah bagi para petani. 

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, BUMDes ampuh untuk menjaga masyarakat agar tetap bertahan menjadi petani.

"Tabanan adalah lumbung pangan Bali. 75 persen masyarakatnya adalah petani. Jadi petani, jadi nelayan juga. Makanya, hal yang harus kami lakukan adalah bagaimana agar masyarakat kami tetap mau jadi petani. Itu PR saya," ujarnya saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertunggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8).

Berita Terkait : Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Badminton Pelajar Asia 2021

Ia mengatakan, peningkatan nilai tambah tersebut dilakukan dengan melakukan produksi berbagai jenis olahan hasil pertanian. Misalnya, beras merah, tak hanya dijual produk mentahan saja, namun juga dijual dalam bentuk hasil olahan seperti scrub beras merah, teh beras merah, dan sebagainya.

Di samping itu, ia juga berencana akan mensinergikan BUMDes dengan desa-desa wisata. Saat ini, Kabupaten Tabanan telah memiliki 22 desa wisata, yang tahun depan ditargetkan bertambah menjadi 66 desa wisata.

"Dengan ini masyarakat kami akan sejahtera karena petani. Karena kalau tradisional pertanian saja, akan ketinggalan petani kami," ujarnya.

Baca Juga : Sumbawa Barat Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami

Terkait desa wisata, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Eko Putro Sandjojo menyarankan,  Bupati Tabanan untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) yang melarang penggunaan plastik. Menurutnya, desa wisata yang dipenuhi sampah plastik akan sulit untuk berkembang.

"Jangan sampai karena banyak sampah plastik, wisata kita jadi diboikot," ujarnya.

Ia mengakui, desa-desa di Kabupaten Tabanan memiliki keindahan alam dengan nuansa persawahan yang indah. Ia menyarankan Bupati Tabanan untuk memanfaatkan persawahan tersebut, untuk menjadikannya sebagai area sport tourism (wisata olahraga).

Baca Juga : Hobi Makan Satwa Liar, Picu Penyebaran Virus Korona

"Alamnya Tabanan ini saya lihat banyak disukai pesepeda balap atau mountain bike (pesepeda gunung). Bikin sport tourism, nginapnya bisa di homestay," ujarnya. [DIR]