Kembangkan Green Energy, Jonan Ajak Jepang Garap Produk Sawit RI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) saat bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI)  Jepang Hiroshige Seko di Tokyo, Jepang, Jumat (23/8). (Foto: Humas ESDM)
Klik untuk perbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) saat bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko di Tokyo, Jepang, Jumat (23/8). (Foto: Humas ESDM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak Jepang  mengembangkan green energy (energi hijau) yang berkelanjutan. Salah satunya berbasis produk turunan kelapa sawit.

Ajakan itu disampaikan Jonan saat bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko, dalam kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Jumat (23/8).

"Kita minta Jepang mendukung adanya standar yang digunakan oleh industri kelapa sawit kita, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), tidak menggunakan semata-mata standar lain yang seperti Roundtable Suistanable Palm Oil (RSPO)," ujar Jonan.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Jonan mengungkapkan pada dasarnya pihak Jepang menyepakati usulan tersebut, dengan membentuk tim bersama yang akan melakukan studi teknis lebih lanjut.

"Jadi, pihak Jepang sepakat. Mereka akan melakukan studi secara teknis bersama tim Indonesia," ungkapnya.

Pada kunjungan kerja ini,  Menteri ESDM turut didampingi Dubes Indonesia Arifin Tasrif, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Laode Ida, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi FX Sutijastoto, Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan KelapaSawit (BPDP KS) Dono Boestami, dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia MP Tumanggor.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Kepala BPDP KS Dono Boestami menambahkan, sudah semestinya Jepang juga menggunakan ISPO karena mandatori wajib bagi pengusaha-pengusaha sawit Indonesia. "Sementara RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) itu lebih voluntary, sukarela sifatnya," tutur Dono.

Komisioner ORI Laode Ida berharap Jepang tidak ragu. Ditegaskannya,  pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak ada lagi yang melanggar prinsip lingkungan. "Indonesia tidak lagi menolerir pengembangan perkebunan kelapa sawit yang tidak memperhatikan lingkungan," kata Laode Ida, yang mengawasi urusan kelapa sawit tersebut.

Menteri METI Seko memahami penjelasan Indonesia. Ia akan meneruskan permintaan ini kepada tim teknis METI, yang akan melakukan verifikasi lebih lanjut.

Baca Juga : Toyota Sudah Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Corona

"Semua masukan ini sangat berarti bagi kami. Selanjutnya tim teknis METI akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung pengelolaan sawit di Indonesia," kata Seko. [SRF]