Luncurkan Buku Sejarah dan Kamus Rumah 

PUPR Kebut Tangani Backlog Rumah MBR

Luncurkan Buku Sejarah dan Kamus Rumah  PUPR Kebut Tangani Backlog Rumah MBR
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan dalam kegiatan Sarasehan Perumahan di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (26/8).

“Selain peluncuran buku sejarah dan kamus istilah perumahan juga dilaksanakan pameran foto hasil kerja pembangunan perumahan selama lima tahun tahun terakhir di Indonesia,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya. 

Basuki menjelaskan, Program Aatu Juta Rumah merupakan program yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia. 

Melalui sarasehan ini, pihaknya ingin mengetahui ,masukan dan saran dari para senior bidang perumahan apakah betul program itu sudah berjalan dengan baik atau belum. 

Baca Juga : Presiden Rouhani: Kalau Serius Membantu, Sanksi Obat-obatan Harus Segera Dicabut

“Sarasehan ini bukan untuk nostalgia, tapi juga untuk evaluasi pelaksanaan ke depan yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, backlog perumahan di Indonesia masih ada sekitar tujuh sampai delapan juta unit rumah lagi. 

Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong program perumahan guna menyediakan rumah untuk rakyat. 

“Bung Hatta pernah menyampaikan penyediaan rumah untuk rakyat tidak mungkin bisa dilaksanakan kurang dari 50 tahun. Penyediaan rumah itu tidak gampang,” harapnya.

Baca Juga : Antisipasi Wabah Corona, KAI Siapkan Kereta Kesehatan

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, peluncuran Buku Sejarah yang bertajuk Jejak Langkah Hunian Layak Indonesia dan Kamus Istilah Perumahan merupakan rangkaian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang jatuh pada 25 Agustus setiap tahunnya. 

“Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan ini merupakan suatu sejarah bagi kita semua yang merupakan generasi penerus bidang perumahan,” ujarnya kepada wartawan. 

Menurut Khalawi, buku sejarah ini juga sangat bermanfaaat untuk menentukan arah pembangunan perumahan bagi masyarakat ke depan. Apalagi pemerintah saat ini juga memiliki program Satu Juta Rumah untuk meningkatkan pembangunan perumahan bagi masyarakat. 

“Progres pembangunan perumahan di Indonesia ke depan semakin baik dengan adanya Program Satu Juta Rumah. Kami harap seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan bisa memanfaatkan buku ini dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Baca Juga : Angkasa Pura II Raih Predikat Industry Leader

Terkait dengan Kamus Istilah Bidang Perumahan, imbuh Khalawi, pihaknya ingin memberikan pesan dalam kamus istilah perumahan supaya ke depan tidak muncul kosa kata tentang perumahan yang membingungkan bagi masyarakat. 

“Perlu adanya satu pemahaman kata dalam perumahan sehingga pemangku kepentingan bidang perumahan termasuk masyarakat dapat memahami arti istilah bidang perumahan dengan baik. Perumahan ini akan kami sebarluaskan kepada masyarakat luas,” terangnya. 

Kegiatan Sarasehan dan Peluncuran Buku Sejarah Perumahan serta Kamus Istilah Perumahan ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi penguatan pondasi pengalaman serta pemahaman mengenai sejarah dan pengetahuan mengenai sektor perumahan.

"Pemangku kepentingan harus bersama-sama mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas pengembangan program dan kegiatan sektor perumahan untuk menciptakan rumah yang layak huni dan pemenuhan backlog bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya (NOV)