BNPB Bantu Pulihkan Sosial Ekonomi Warga Sentani

Kalau Sudah Duduk Bersama Makan Papeda, Maka Tidak Ada Perselisihan

Klik untuk perbesar
Kepala BNPB Doni Monardo (kaos oranye lengan panjang) dalam prosesi adat se-Helai Papeda bersama seluruh Ondofolo, Bupati Jayapura, dan segenap masyarakat di wilayah tersebut, Selasa (3/9). (Foto: Humas BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bertemu dengan para tetua adat atau Ondofolo dan masyarakat adat se-Danau Sentani, dalam acara Kebersamaan dalam se-Helai Papeda dari Pinggiran Danau Sentani untuk Persatuan dan Kedamaian Bagi Tanah Papua dan Indonesia di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, Selasa (3/9).

Dalam suasana suka cita di bawah langit cerah dan birunya air Danau Sentani, rombongan Kepala BNPB disambut hangat dengan upacara adat perkampungan Sereh Tua, usai tiga puluh menit berlayar menggunakan katamaran di Danau Sentani.

Di muka dermaga, Doni beserta rombongan diarak menuju tempat pertemuan, yang telah dipadati oleh masyarakat sekitar.

Sebelum memasuki pelataran panggung utama, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu diberikan tanda kehormatan berupa hiasan kepala khas Cenderawasih, dan sebuah tas noken yang dianyam oleh tangan-tangan ahli, para Mama Sereh Tua.

Dalam pertemuan itu, Kepala BNPB menyerahkan beberapa bantuan bagi warga Danau Sentani. Di antaranya 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100 ribu pohon masohi dan dua pabrik sagu yang rencana akan dibangun di Sentani, sebagai wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

Bantuan-bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi bagi warga Sentani, yang terdampak bencana banjir bandang pada 16-17 Maret silam.

Baca Juga : Informatif, Kemenparekraf Dapat Penghargaan Keterbukaan Informasi

Bagi masyarakat sekitar, bantuan tersebut dinilai mampu memulihkan kepercayaan, sekaligus melengkapi potensi yang ada di sekitar Danau Sentani.

"Kami masyarakat di sini, selain bekerja di darat juga menyambung hidup di air (danau). Maka dari itu perahu (katamaran) dan alat asap ikan ini menandakan kami semakin lengkap. Terima kasih atas semuanya. Pemeritah tulus membantu kami semua," ujar Ondofolo Sereh Tua.

Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, kehadiran BNPB ini sekaligus merupakan wujud perhatian pemerintah pusat. Mulai dari saat bencana, sampai masa pemulihan pascabm bencana banjir Sentani.

Hal itu sekaligus menjadi tanda bahwa negara benar-benar hadir untuk masyarakat Papua sebagai pelipur lara dan solusi bagi masa depan Bumi Cenderawasih.

"Kami saat ini masih berduka, namun kami tidak mau menangis lagi. Oleh karena itu, kita harus ucap syukur karena ada hiburan dan bantuan dari pemerintah pusat. Negara hadir di tengah masyarakat kita. Pemerintah dan kita semua sudah berjalan pada rel yang benar," ungkap Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitau.

Di hadapan para Ondofolo, pemerintah daerah dan masyarakat setempat, Doni mengaku sangat senang dan berterima kasih atas sambutan yang hangat dari Sentani.

Baca Juga : Inilah 20 Pemain Timnas Putri Indonesia Untuk SEA Games 2019 di Filipina

Doni juga mengatakan, apa yang diberikan pemerintah tersebut tak lain merupakan mandat dari Presiden Jokowi dalam kaitan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Doni menilai, Jayapura punya potensi besar, khususnya di sektor perikanan. Namun hal tersebut masih belum dimaksimalkan.

Karena itu, pemerintah pusat melalui BNPB mengharapkan agar perhatian dari pemerintah ini dapat membantu masyarakat Papua mengembangkan potensi, dan bersaing dengan wilayah lain. Bahkan menjadi primadona.

"Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Jokowi untuk memberikan bantuan alat asap. Khususnya untuk mama-mama, agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih. Ikan dari Danau Sentani suatu saat bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta, bahkan mancanegara," ungkap Doni.

Selanjutnya, Doni juga menyampaikan bahwa dua unit pabrik sagu juga akan dibangun sebagai langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani. Sehingga, menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih.

"Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua adalah kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang, kalau belum dimaksimalkan," ungkap Doni.

Baca Juga : Di Depan Prabowo, Menhan Ghana Puji Industri Pertahanan Kita

Nantinya dengan teknologi baru, sagu tidak hanya bisa dipakai untuk bahan baku papeda. Lebih dari itu, sagu juga bisa dikembangkan menjadi jenis olahan lainnya. Semisal kwetiau, udon, tepung, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Doni juga mendorong agar pemerintah daerah segera memberi lahan yang strategis, sebagai calon lokasi pabrik nantinya. Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan satu unit katamaran untuk setiap kampung di pesisir Danau Sentani.

Katamaran yang sebelumnya telah diuji coba langsung oleh Kepala BNPB dan rombongan ini, murni buatan dalam negeri dari Jawa Barat. Perahu katamaran ini bisa digunakan untuk patroli kebersihan danau, pariwisata dan kegiatan lain yang menunjang masyarakat Danau Sentani.

Sedangkan dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, BNPB juga secara simbolis memberikan bantuan berupa bibit pohon masohi. Keistimewaan dari masohi terletak pada kulit kayunya sebagai bahan parfum. Salah satu perusahaan yang mengembangkan parfum dengan bahan dasar masohi ialah Hermes.

Di akhir rangkaian acara yang merupakan acara inti, Doni bersama seluruh Ondofolo, Bupati Kabupaten Jayapura melakukan prosesi adat se-Helai Papeda, yang diikuti oleh seluruh masyarakat, di bawah tenda yang sudah disiapkan. Kegiatan itu merupakan cerminan persatuan dan kesatuan, yang sudah dilakukan turun temurun oleh warga Sentani.

"Papeda adalah tanda persatuan dan kesatuan. Dengan makan (papeda) bersama, artinya semua bersatu dari para pemimpin kampung. Kalau sudah duduk bersama makan papeda, maka tidak ada perselisihan. Hal itu yang kami pegang terus sampai sekarang," tutu Ondofolo Demas Tokoro. [HES]