RMco.id  Rakyat Merdeka - Wapres Jusuf Kalla menyingung sisi negatif transportasi jika tak dikelola dengan baik. Menurutnya, transportasi bisa menjadi salah satu biang kerok defisit neraca perdagangan.

"Defisit perdagangan kita itu terbesar disebabkan karena kebutuhan BBM. Sementara 70 persen BBM itu untuk transportasi," katanya, di sela acara Indotrans Expo 2019, di JCC Senayan, Jumat (13/9).

Berita Terkait : DPR Ragukan Efektivitas Uang Negara Di Himbara

JK juga mengulangi pernyataan yang sudah beberapa kali diucapkan, bahwa kemacetan merupakan ciri negara maju. JK menilai, hanya negara maju yang mampu membeli banyak mobil. Namun, tanda kemajuan tersebut harus diatur dengan baik.

"Jadi apabila tidak dikelola, kemacetan banyak, orang semuanya baik mobil pribadi, terpaksa kita impor minyak BBM lebih banyak lagi. Akibatnya kita defisit terus lagi, ngutang lagi," ujarnya.

Baca Juga : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

Selain itu, JK menyebut bahwa dampak negatif lain dari transportasi yang tak diatur dengan baik adalah tingginya tingkat polusi udara. Faktor penyebab polusi di perkotaan, lanjut, berbeda antara di perkotaan dan di daerah.

"Di Sumatera tentu polusi bisa disebabkan kebakaran hutan, tapi kalau di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, polusi karena membakar BBM. Begitu banyaknya kendaraan menyebabkan polusi seperti Jakarta ini," bebernya.

Baca Juga : Minta Makzulkan Jokowi Dan Bubarkan PDIP, Tuntutan Pendemo RUU HIP Salah Sasaran

Semua fenomena yang dijelaskan JK itu, merupakan efek antara sisi negatif dan positif dari penyelenggaraan transportasi. Khusus untuk dampak negatif, dia memperingatkan agar hal tersebut dihindari.

"Kemacetan, defisit perdagangan, dan juga tentu polusi, semua hasil dari sistem transportasi yang harus diperbaiki. Maka apa yang hari ini, Indotrans Expo harus memperlihatkan yang baru di bidang transportasi. Memang banyak berkembang dan mempunyai suatu perubahan sosial juga," ucapnya. [KPJ]