Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Bencana

Rumah Yang Hancur Akibat Tsunami Akan Dibangun Lagi

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi meninjau langsung lokasi-lokasi yang terdampak bencana tsunami di Desa Way Muli, Desa Kunjir, dan posko pengungsi di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kemarin. (Foto : IG @jokowi).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi berjanji bakal merelokasi dan merekonstruksi seluruh rumah warga korban tsunami Selat Sunda yang rusak. Rumah-rumah itu nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 2 hektare yang berada 400 meter dari hunian lama. Hal itu dikatakan Jokowi saat meninjau langsung lokasi-lokasi yang terdampak bencana tsunami di Desa Way Muli, Desa Kunjir, dan posko pengungsi di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kemarin.


Di desa itu, Presiden dan para pejabat berkeliling melihat rumah-rumah warga yang rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda, pada 22 Desember 2018. Namun, kata Jokowi, pemerintah akan mendata rumah warga yang rusak akibat bencana untuk menyiapkan rencana rekonstruksi. “Kami akan bangun lagi semua rumah yang hancur. Pembangunannya paling lama tiga bulan,” janji Jokowi di hadapan korban bencana tsunami.

Berita Terkait : Presiden Jokowi & Ibu Iriana Jenguk Ibu Ani Di Singapura

Diketahui, berdasarkan keterangan Pemprov Lampung, jumlah rumah rusak akibat tsunami hingga saat ini sebanyak 710 unit, dan jumlah pengungsi mencapai 7.868 orang. Sebagai tahap awal dari penataan tata ruang dan tata wilayah pesisir, Jokowi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun hunian baru di Kabupaten Lampung Selatan, dengan jarak 400 meter dari hunian yang lama. Tanah seluas 2 hektare pun telah disiapkan demi membangun rumah-rumah baru tersebut.


“Saya sudah sampaikan ke Bupati Lampung Selatan, Gubernur, Menteri PUPR, dan ke BNPB agar segera dilakukan penanganan, terutama setelah evakuasi selesai,” kata Presiden Jokowi. Bukan lagi hunian sementara, Jokowi akan membangun rumah-rumah di kawasan relokasi sekitar 400 meter dari lokasi yang rawan tsunami.

Berita Terkait : Saya Anti-Islam? Tak Masuk Akal

“Di sini tak akan ada hunian sementara lagi. Kita akan langsung masuk ke tahap rekonstruksi dan pembangunan rumah-rumah di kawasan relokasi.” Kata dia, bencana akan selalu mengintai, dan itu akan terus menjadi ancaman jika masyarakat tidak bisa mengantisipasinya. Makanya, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, tata ruang dan tata wilayah pesisir seharusnya tidak hanya memikirkan kepentingan saat ini maupun 10 tahun mendatang, namun bisa mencapai 50 tahun ke depan dan lebih.


“Saya kira memang perlu penataan tata ruang kembali terutama di tempat-tempat, lokasi-lokasi, ruang-ruang yang kemungkinan bencana terutama tsunami dan berada di garis-garis ring of fire itu mulai diadakan penataan ulang untuk tata ruangnya kata Jokowi. [QAR]

RM Video