Kemnaker Akui Tingkat Kesadaran K3 di Perusahaan Masih Rendah

Klik untuk perbesar
lt. Dirjen Binwasnaker dan K3, Iswandi Hari saat memberikan kuliah umum di kampus Polteknaker Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/9).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan mengajak mahasiwa Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) meningkatkan kesadaran perlindungan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan menghindari Penyakit Akibat Kecelakaan Kerja (PAK) kepada pekerja.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat kondisi saat ini masih banyak perusahaan dan masyarakat kurang memahani dan belum menerapkan norma-norma sistem manajemen K3 di tempat kerja.

"Kami ingin meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang PAK dan memahami strategi maupun program-program K3 yang dilaksanakan oleh pemerintah, " ujar Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3, Iswandi Hari saat memberikan kuliah umum di kampus Polteknaker Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/9).

Berita Terkait : Kementan Dorong Penambahan 1 Juta Petani Milenial

Di sana Iswandi mengungkapkan, saat ini implementasi aturan dan sistem manajemen K3 di Indonesia masih banyak menghadapi kendala dan tantangan.

“Masih  banyak perusahaan kurang pemahaman K3, khususnya tentang PAK (SDM K3, pekerja dan pengusaha) dan K3 belum memperoleh perhatian memadai dan kepedulian masih rendah,” kata Iswandi.

Selain itu, kendala dan tantangan lainnya, kata Iswandi  adalah SDM K3 belum memadai serta peran lembaga K3 di perusahaan belum optimal. 

Berita Terkait : Tanam Kacang Koro Pedang Janjikan Keuntungan Berlipat Ganda

"Jangan jadikan K3  sebagai beban, melainkan kebutuhan. Kalau sudah jadi kebutuhan maka harus dipersiapkan semuanya, " ujar Iswandi.

Iswandi menambahkan, tenaga kerja selalu berhadapan dengan berbagai potensi bahaya (hazzard) di tempat kerja  yang beresiko kecelakaan kerja dan PAK. 

Perlindungan K3 diberikan untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja  dan PAK serta meningkatkan produktivitas. 

Berita Terkait : Kasus Suap Izin Reklamasi Kepri, KPK Garap 7 Bos Perusahaan

"KK dan PAK menjadi masalah sejak awal dunia industri dan masalah besar bagi kelangsungan usaha. Ini yang terus kita benahi dalam ranah pengawasan ketenagakejaan, " ujarnya.

Plt. Direktur Polteknaker Retna Pertiwi mengatakan, tujuan kuliah umum ini untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan sivitas akademika mengenai dinamika dan perkembangan industri khususnya tentang perlindungan PAK dan jaminan kecelakan kerja (JKK). [NOV]