Demi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Pemerintah Tingkatkan Keandalan Menara Suar 

Klik untuk perbesar
Peringatan Hari Menara Suar bersama Ditjen Hubla, Kemenhub, Minggu (22/9). (Foto: Dok. Ditjen Hubla)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menara suar merupakan salah satu Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) utama yang terus ditingkatkan keandalannya. Hal ini dilakukan untuk mendukung keselamatan dan keamanan serta kelancaran lalulintas pelayaran. Keberadaan menara suar juga menunjukkan kedaulatan negara sebagai batas teritorial negara, khususnya menara suar yang terletak di wilayah terdepan di Indonesia.

Demikian disampaikan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), R Agus H Purnomo, dalam peringatan hari Menara Suar, Minggu (23/9). Dalam kesempatan itu, Agus juga memberi apresiasi ke para penjaga menara suar yang telah berdedikasi besar dalam memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran meskipun lokasi, akses, teknis, maupun risiko sangat berat.

Guna menjamin berfungsinya menara suar tersebut, Ditjen Hubla menugaskan para petugas terdiri dari penjaga menara suar dan teknisi menara suar. Dalam pelaksanaan tugasnya, mereka ditunjang armada kapal negara kenavigasian yang melayani kegiatan pemeliharaan SBNP serta gilir tugas dan pengiriman kebutuhan operasional dan logistik petugas hingga ke pulau-pulau terpencil dan terluar yang sulit dijangkau.

"Keberadaan menara suar di Indonesia saat ini dijaga petugas menara suar yang terdiri dari teknisi menara suar dan operator menara suar yang bertugas jauh dari lingkungan sosial dan keluarga dalam kurun waktu yang lama,” kata Agus.

Berita Terkait : Kemenhub Hibahkan 37 Unit Kapal Pelra untuk 34 Pemda

Mereka, lanjut Agus, tidak kenal lelah dan tidak menyerah menjaga cahaya menara suar agar tetap terang dan menerangi para pelaut. Sehingga mereka layak dijuluki sebagai sosok pahlawan di tengah lautan.

Di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi, peranan menara suar untuk menunjang keselamatan kapal-kapal yang berlayar dari daerah terpencil dan terluar terus ditingkatkan keandalannya. Hal ini dilakukan untuk mendukung Program Nawa Cita Pemerintah.

“Melalui Peringatan Hari Menara Suar ini, diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat untuk mensosialisasikan keberadaan dan manfaat SBNP, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan instansi terkait, serta memberi apresiasi dan mendorong semangat petugas menara suar,” ujar Agus.

Direktur Kenavigasian, Basar Antonius, mengatakan bahwa peringatan Hari Menara Suar 2019 ini merupakan yang kelima kalinya sejak diperingati pertama pada 2015. Peringatan ini, dilakukan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat maritim sekaligus menunjukkan peranan penting dari keberadaan menara suar. 

Berita Terkait : Tim SMRT Jadi Aset Penting Kemenhub dalam Bangun Citra Positif

Indonesia tercatat memiliki 284 menara suar yang tersebar di seluruh wilayah. Indonesia juga memiliki 2.743 rambu suar, 1.184 pelampung suar, 198 rambu siang, 22 Vessel Traffic Services (VTS), 152 Stasiun Radio Pantai, dan sejumlah kapal kenavigasian yang turut serta mendukung keselamatan bernavigasi di Indonesia.

"Melalui peringatan Hari Menara Suar tahun 2019 yang mengambil tema Menara Suar Sebagai Panduan Keselamatan Bernavigasi diharapkan agar para petugas dan jajaran Direktorat Kenavigasian termasuk Distrik Navigasi yang berada di 25 lokasi untuk terus menjaga kekompakan, menjadikan keselamatan dan keamanan pelayaran sebagai fokus dari pekerjaan sehari-hari agar kelancaran lalu lintas bernavigasi dapat terlaksana dengan baik. Kala Jivam Asti (Waktu adalah Jiwa)," tutup Basar.

Pemerintah telah menetapkan Hari Menara Suar yang diperingati setiap tanggal 22 September bersamaan dengan perayaan Hari Menara Suar Internasional yang juga diikuti beberapa negara seperti Jepang, Australia, serta sejumlah negara di Eropa dan Asia. Menara suar pertama di Indonesia dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda pada XIX untuk keperluan bernavigasi kapal-kapal Belanda yang banyak keluar masuk Indonesia pada masa itu.

Menara Suar Pulau Breueh (Pulau Beras) di Utara Pulau Weh Aceh merupakan landmark pertama bagi kapal yang memasuki Indonesia dari utara Selat Malaka. Selanjutnya, berdiri sejumlah Menara Suar lain di sepanjang jalur pelayaran Hindia Belanda.

Berita Terkait : Konsolidasikan Keamanan dan Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Gelar Rakornis KPLP

Perayaan Hari Menara Suar 2019 yang dilaksanakan jajaran Kenavigasian Ditjen Hubla ditandai dengan pelaksanaan Apel Upacara Peringatan Hari Menara Suar secara serempak di 25 Kantor Distrik Navigasi Ditjen Hubla pada tanggal 22 September 2019.

Ke depan, pemerintah berharap agar Perayaan Hari Menara Suar setiap tahunnya tidak hanya dirayakan jajaran Direktorat Kenavigasian, namun juga dapat dirayakan secara nasional oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya Menara Suar dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan maritim di seluruh wilayah perairan indonesia. [USU]

RM Video