Jokowi: Takdir Bangsa Indonesia adalah Keberagaman

Presiden Jokowi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menegaskan, takdir bangsa kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang ada adalah keberagaman etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan serta golongan yang bersatu padu membentuk Indonesia. 

“Dan yang menjadi pemandu bagi persatuan itu adalah Pancasila, ideologi bangsa kita,” tulis Presiden Jokowi dalam fanpage Fecebooknya, yang diunggah dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10).

Menurut Presiden, sebagai dasar negara, Pancasila telah menjadi benteng dalam menghadapi serbuan ideologi-ideologi lain. Berbagai ujian datang untuk menggoyahkan persatuan, tapi semuanya terpental berkat keteguhan dan komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. 

Berita Terkait : Jokowi: Jangan Sampai Ada Pasal Titipan dalam Omnibus Law

“Begitu juga proses demokrasi yang telah berhasil kita kelola dengan baik berkat nilai-nilai Pancasila yang menjadi pemandunya,” pungkas Presiden. 

Pimpin Upacara

Pagi tadi, Presiden Jokowi juga memimpin langsung  Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Seperti dilaporkan setkab.go.id, Presiden datang ke lokasi didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Ibu Mufidah Kalla. Presiden selaku inspektur upcara langsung menempati podium upacara saat tiba di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. 

Berita Terkait : Jokowi: ``Semoga Damai Natal Selalu Mengiringi Kegembiraan Kita``

Selanjutnya, mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan penghormatan kebesaran diikuti dengan laporan Komandan upacara kepada inspektur upacara. Sedangkan untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa khususnya pahlawan-pahlawan revolusi, Presiden Jokowi juga memimpin langsung mengheningkan cipta dalam upacara tersebut. 

Dalam upacara tersebut Ketua DPD Oesman Sapta Odang membacakan Teks Pancasila. Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, pembacaan penandatanganan ikrar dilakukan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan pembacaan doa  Mendikbud Muhadjir Effendy. 

Sebelum meninggalkan tempat upacara, Presiden beserta Ibu dan Wapres menuju sumur lubang buaya, dan menyapa keluarga para pahlawan revolusi. Hadir dalam upacara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, para duta besar negara sahabat, perwakilan angkatan bersenjata negara sahabat serta tamu undangan lainnya. [USU]