Warga Kepulauan Seribu Ikut Diklat DPM dan Basic Safety

Klik untuk perbesar
Suasana Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Seribu yang dilaksanakan Ditjen Hubla, Minggu (6/10). (Foto: Dok Ditjen Hubla)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Kepulauan Seribu mencatat sebanyak 324 orang warga di wilayah Kepulauan Seribu telah menyelesaikan Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan I dan II. Diklat tersebut diselenggarakan atas kerja sama Ditjen Hubla dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta Utara.

Kepala KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, Capt. Herbert E.P Marpaung, hadir lansung di acara itu. Dia menutup resmi Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan ke II sekaligus mengantar langsung kepulangan peserta diklat ke Pelabuhan Muara Angke untuk menuju ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu Jakarta Utara, Minggu (6/10).

Baca Juga : Begini Teknik Sambung Rambut Tanpa Bahan Kimia

Herbert mengatakan, sebanyak 185 orang peserta DPM angkatan ke II yang berlangsung dari 2-6 Oktober 2019  ini merupakan warga Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Karya, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Pari, dan Pulau Sabira yang merupakan pulau paling terjauh di Kepulauan Seribu. "Dari jumlah 185 orang ini terdapat 9 orang perempuan yang mengikuti Diklat DPM angkatan ke II Kepulauan seribu yang mempunyai semboyan yaitu maju bersama hebat semua," bangga Herbert.

Herbert menyampaikan, Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu sangat berterima kasih ke STIP yang telah bekerja sama untuk meningkatkan kompetensi para nakhoda dan kru kapal tradisional dengan memberikan pendidikan SKK 30 Mil dan Basic Safety Training (BST).

Baca Juga : Adinia Wirasti Kesengsem Putra Arnold Schwarzenegger

Sebelumnya, Kantor KSOP kelas IV Kepulauan Seribu juga telah mengadakan penerbitan pas kecil sebanyak 756 kapal untuk kapal tradisional dan kapal penangkap ikan. Pada kesempatan tersebut, Herbert menegaskan bahwa perlunya menumbuhkan budaya keselamatan pelayaran itu dan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama. 

"Sudah 324 masyarakat Kepulauan seribu yang sudah mengikuti diklat ini. Angkatan I 139 orang dan angkatan II 185 orang peserta diklat dan peminatnya masih bertambah. Harapannya dengan diadakannya diklat ini bisa bermanfaat dari aspek legal diatas kapal-kapal kecil, kapal nelayan ataupun kapal penumpang. Juga mendapatkan peluang-peluang bekerja sebagai ABK di perusahaan swasta. Kepulauan seribu Maju Bersama, Hebat Semua," tutup Herbert. [USU]