Atasi Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Kemenhub Gelar Bike To School

Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah saat menjelaskan program Bike To School, di Jakarta, Senin (7/10). (Foto: Humas Kemenhub).
Klik untuk perbesar
Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah saat menjelaskan program Bike To School, di Jakarta, Senin (7/10). (Foto: Humas Kemenhub).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelajar menjadi penyumbang tertinggi kecelakaan lalu lintas. Dan hampir 72 persen kecelakaan disebabkan kecelakaan sepeda motor.

Melihat kondisi itu, untuk mengurangi angka kecelakaan, diperlukan edukasi mengenai keselamatan bagi anak-anak muda.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas khususnya di kalangan generasi penerus bangsa, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2019.

Baca Juga : Sudah Saatnya Parkir Khusus Ojol Dibangun Di Stasiun Dan Mall

Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah mengatakan, upaya-upaya keselamatan berlalu lintas bagi pelajar terus ditingkatkan.

Menurutnya, pemerintah kini sedang mendorong daerah-daerah menggunakan sepeda ke sekolahnya daripada sepeda motor alias Bike to School.

"Di Kendari sudah mulai, begitu juga dengan Jakarta. Saya rasa ini program yang bagus.

Baca Juga : Disdik Nggak Usah Urusin Pembangunan Fisik Sekolah

Namun tetap harus didukung dengan fasilitas yang baik juga, misalnya dengan adanya jalur sepeda sehingga para pesepeda akan aman. Fasilitas parkir sepeda juga harus dalam keadaan baik nantinya," katanya di Jakarta, Senin (7/10).

Sigit menilai, para pelajar ini nantinya akan dipilih sebagai duta keselamatan. Tentunya bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) maupun Dinas Perhubungan setempat untuk melakukan kampanye anti kecelakaan.

Sigit menegaskan, saat ini banyak pelajar yang sudah mengendarai motor ke sekolahnya, namun belum punya Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca Juga : Potensi Ekspor Tanaman Hias Buka Peluang untuk Optimalkan Gratieks

"Semua pelajar punya potensi terkena kecelakaan lalu lintas. Usia 15-29 tahun adalah rentang usia terbanyak yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, artinya usia pelajar ini rentan kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.

Selain itu, Sigit menjelaskan, faktor dukungan orang tua yang seringkali membuat anak-anak yang belum cukup umur membawa sepeda motor.

"Sering terjadi di kita ini ada rasa bangga pada orang tua kalau anaknya, masih muda tapi sudah bisa dan mampu mengendarai sepeda motor, padahal itu salah," tegasnya. [KPJ]