Siang Ini, Hadi dan Tito Temui Korban Kerusuhan Wamena dan Konflik Ilaga di Timika

Klik untuk perbesar
Panglima TNI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rabu (9/10) siang ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dijadwalkan menemui para pengungsi korban kerusuhan Wamena dan dan konflik Ilaga di Timika.

Selain mengunjungi para pengungsi Wamena dan Ilaga, Panglima TNI dan Kapolri juga akan menggelar pertemuan dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mimika, untuk membahas situasi keamanan di wilayah Timika dan sekitarnya.

Selain itu, kedua petinggi TNI dan Polri itu juga akan meninjau sejumlah arena, yang akan digunakan untuk perhelatan PON XX tahun 2020 di Papua.

Baca Juga : 100 Ribu Orang Meninggal Per Tahun Akibat TBC, Jokowi Siapkan Payung Hukum

Hingga kini, jumlah pengungsi Wamena dan Ilaga yang masih bertahan di Timika mencapai 128 orang. Terdiri dari 119 pengungsi warga asal Toraja, Sulawesi Selatan dan sembilan orang lainnya pengungsi asal Pulau Jawa.

Warga pengungsi asal Toraja, kini ditampung sementara di Gedung Tongkonan milik Ikatan Keluarga Toraja/IKT Mimika Jalan Sam Ratulangi. Sedangkan pengungsi asal Pulau Jawa, ditempatkan sementara di Sekretariat Persatuan Warga Pati/PWT Timika Jalan Semangka, Kelurahan Pasar Sentral.

John mengatakan, semua pengungsi dari Wamena dan Ilaga tertangani dengan baik oleh keluarga maupun kelompok paguyuban, dan kerukunan suku-suku yang ada di Timika.

Baca Juga : Jajaran Direksi Baru Garuda Resmi Diumumkan

"Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari keluarga dan paguyuban yang ada di Mimika, yang telah mengurus saudara-saudara kita, pengungsi dari Wamena dan Ilaga. Pemerintah daerah memastikan semua pengungsi telah diurus secara baik dan tidak mengalami kekurangan. Baik makanan, kesehatan, pakaian dan lain-lain selama berada di penampungan di Timika," kata Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang akrab disapa John, kepada Antara, Rabu (9/10).

Mengenai kemungkinan para pengungsi tersebut akan kembali ke Wamena dan Ilaga, John mengatakan, hal itu sepenuhnya tergantung dari para pengungsi sendiri atau Pemerintah Daerah Jayawijaya dan Puncak.

"Kami tinggal menunggu informasi dari Pemkab Jayawijaya dan Pemkab Puncak, termasuk Pemprov Papua, mengenai nasib para pengungsi ini. Apakah akan dipulangkan ke Wamena dan Ilaga, atau tidak. Yang jelas, kami sebagai tuan rumah, berusaha memastikan mereka tidak kekurangan makanan, pakaian, dan terjaga kesehatannya selama mengungsi di Timika. Kami juga memberikan penampungan yang baik kepada mereka," ujar mantan Kadishubkominfo Mimika itu.

Baca Juga : Pekan Film Indonesia Hangatkan Belanda

Pemkab dan seluruh komponen masyarakat Mimika berkomitmen penuh untuk menjaga daerahnya, sebagai daerah yang aman dan damai tanpa konflik. Apalagi, pada tahun depan, Mimika dipercaya menggelar sejumlah kegiatan berskala regional dan nasional. Semisal Pesta Paduan Suara Gerejawi/Pesparawi se-Tanah Papua (diikuti 42 kabupaten/kota) pada 12 Juni-22 Juni, PON XX pada 20 Oktober-2 November serta Sidang Sinode Gereja Kingmi se-Papua. [HES]