RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, mengajak warga semua kalangan untuk bersama-sama meringankan penderitaan korban gempa yang ada di Kepulauan Maluku. Ajakan juga secara khusus disampaikan untuk warga Maluku yang tinggal di daerah lain.

Potong di kuku dirasa di daging. Ale rasa beta rasa. Sagu salempe bagi dua. Mari kita bersama-sama untuk meringankan penderitaan Saudara-saudara kita yang ada di Maluku,” kata Doni usai mengikuti rapat intern di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/10). 

Baca Juga : Anggota Komisi III DPR Ingatkan Kasus Djoko Tjandra Harus Dibongkar Sampai Tuntas

Dalam data BNPB, sampai Senin malam, korban meninggal akibat gempa di Maluku mencapai 39 jiwa. Korban luka-luka berat, sedang, dan ringan mencapai 1.578. Pengungsi sebanyak 170.900 jiwa.

“Sampai dengan data tadi malam juga, untuk rumah yang rusak rusak berat mencapai 1.273, rusak sedang 1.837, rusak ringan 3.245, total 6.335. Fasum dan fasos 512,” ungkap Doni.

Baca Juga : Pengadilan Israel Perintahkan Pembongkaran Masjid

Doni pun diperintahkan Presiden Jokowi untuk kembali ke Ambon. Sebelumnya, sejak peristiwa yang terjadi pada 26 September lalu, belum 24 jam, Doni sudah berada di Ambon untuk memastikan bahwa program penanganan terhadap korban bisa berjalan dengan maksimal.

Dalam kesempatan itu, Doni juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan atau melemparkan isu-isu yang tidak bisa dijamin kebenarannya tentang gempa. Sebab, sampai saat ini, belum ada satu pun teknologi dan lembaga yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa. [BCG]