Menhan: Penusukan Wiranto Nggak Ada Hubungannya Sama Pelantikan Presiden

Menhan Ryamizard Ryacudu, usai mengunjungi Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10). (Foto: Danu Arifianto/RM)
Klik untuk perbesar
Menhan Ryamizard Ryacudu, usai mengunjungi Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10). (Foto: Danu Arifianto/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, kasus penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, sama sekali tak terkait dengan Pelantikan Presiden Terpilih pada 20 Oktober mendatang.

"Tidak ada hubungannya. Apa yang menimpa kolega saya itu, tidak ada kaitannya dengan Pelantikan Presiden," kata Ryamizard di sela kunjungannya ke Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10).

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu yakin, acara pelantikan Jokowi-Ma'ruf akan berjalan lancar tanpa gangguan. Sebab, penanganan dan pengamanannya sudah dibahas secara matang.

"Ya lantik saja, memang kenapa? Aman kok," kata Ryamizard.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Ia mengimbau kepada seluruh pihak, untuk tidak mencoba merusak acara pelantikan presiden. Sebab, pemerintah tidak akan lagi memberi ruang gerak bagi perusuh.

"Kalau masih ada yang nekat, hajar saja. Itu sudah ada aturannya. Sudah ada hukumnya. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," tuturnya.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Sejauh ini, polisi telah menangkap dua penusuk Wiranto, yakni Syahril Alamsyah atau Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana. [HES]