RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang akrab disapa BKS, menyaksikan pengangkatan perdana gerbong kereta layang ringan atau light rail transit (LRT) di pitstop Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10).

Dua menteri ini terlihat tetap bersemangat kerja di pekan terakhirnya sebagai menteri dalam Kabinet Kerja.

Luhut dan Budi Karya tiba sekitar pukul 14.20 WIB di proyek, dan langsung menyaksikan prosesi pengangkatan rel.

Baca Juga : Catat Yuk, 5 Lokasi Layanan SIM Keliling Di Jakarta Hari Ini

Berdasarkan pantauan RMco.id, satu kepala gerbong LRT yang telah disiapkan, diangkat perlahan-lahan ke atas line atau rel Stasiun Harjamukti menggunakan gantry crane. Proses pengangkatan ini memakan waktu 20 menit.

Gerbong LRT buatan INKA tersebut didominasi warna hitam di bagian depan. Warna merah dan putih menyebar di area depan dan samping badan kereta.

BKS mengatakan, LRT Jabodebek merupakan proyek kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KBPU). Kementerian yang terlibat di antaranya adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

"Proses ini berjalan dengan baik. Sarananya sudah diselesaikan oleh INKA. Nanti ada 31 trainset (rangkaian kereta). Memang, untuk tes butuh waktu lama, LRT Palembang saja sekitar 1 tahun. Kita akan lakukan uji coba berturut-turut sampai 2021. Diharapkan, bisa segera beroperasi," tutur BKS.

Rangkaian kereta LRT Jabodebek ini sepenuhnya merupakan buatan lokal, yakni hasil produksi INKA. Total gerbong yang telah diproduksi berjumlah 31. Tingkat kandungan lokalnya mencapai 60 persen.

BKS juga mengatakan, ini kedua kalinya INKA berkontribusi untuk moda LRT, setelah LRT Palembang.

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

"Ini kedua kali INKA memproduksi LRT, setelah di Palembang. Semoga makin pintar," kata BKS. 

Di tempat yang sama, Luhut mengaku bangga karena kereta LRT Jabodebek buatan anak negeri. Luhut mengaku, sebelum kunjungan, sudah melapor ke Presiden Jokowi tentang produksi kereta LRT ini.

"Tadi saya dibisikin, ini teknologinya bisa lebih canggih dari MRT dan LRT di Palembang. Saya lapor ke Presiden dan saya jelaskan ke beliau,  mungkin ada kurang-kurang dikit. Tapi kata beliau 'nggak apa-apa, yang penting buatan Indonesia," pungkasnya. jelasnya. [KPJ]