Cinta Produk Lokal, Kemhan Borong 10 Unit Mobil Esemka

Sekjen Kemhan Laksamana Madya (Laksdya) TNI Agus Setiadji saat mewakili Menteri Pertahanan (Menhan) Ryqmizard Ryacudu dalam acara serah terima sebanyak 10 unit mobil Esemka di Kantor Kemhan, Jakarat, Selasa (15/10). (Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Sekjen Kemhan Laksamana Madya (Laksdya) TNI Agus Setiadji saat mewakili Menteri Pertahanan (Menhan) Ryqmizard Ryacudu dalam acara serah terima sebanyak 10 unit mobil Esemka di Kantor Kemhan, Jakarat, Selasa (15/10). (Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan pembelian 10 unit mobil Esemka. Ini menjadikan institusi yang dinahkodai Ryamizard Ryacudu jadi yang pertama menggunakan mobil buatan dalam negeri tersebut.

Sekjen Kemhan Laksamana Madya (Laksdya) TNI, Agus Setiadji mengatakan, pengadaan mobil Esemka ini merupakan salah satu bukti kecintaan dan dukungan Kemhan terhadap produksi anak bangsa. Faktor utama dari pengambilan keputusan pengadaan mobil ini adalah demi bekembangnya industri dalam negeri.

“Mobil lokal ini harus bisa bersaing di negeri kita sendiri. Karena kalau bukan kita yang menghargai hasil kerja keras generasi muda, siapa lagi?" kata Agus mewakili Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat serah terima 10 unit mobil Esemka di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (15/10).

Baca Juga : Angkasa Pura II Raih Predikat Industry Leader

Menurut Agus, mobil yang telah dibeli ini nantinya akan diserahkan ke sejumlah satuan kerja (Satker) Kemhan. Seperti Pusdiklat Bela Negara di Rumpin, Bogor, Badan Instalasi Strategi Pertahanan (Bainstrahan), dan Biro Umum Setjen Kemhan.

"Insyallah, tahun 2020 mendatang kita akan kembali melakukan pengadaan mobil ini. Kebutuhan kita karena mobil operasional yang ada saat ini sudah banyak yang berumur," ujarnya.

Ia mengatakan, meski kebutuhan Kemhan terhadap kendaraan operasional masih sangat banyak, pihaknya tidak akan memenuhi kebutuhan tersebut dari perusahaan asing. Ia memastikan pengadaannya dari dalam negeri. Termasuk dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista).

Baca Juga : Ma`ruf Cuekin Maunya Ulama

"Saya bahkan mendapat informasi kalau TNI Angkatan Udara juga sudah membeli mobil ini. Jumlahnya sebanyak 35 unit. Harga mobilnya pun sangat kompetitif," papar Agus walau tidak mau merinci terkait besar anggaran dalam pengadaan kesepuluh mobil Esemka tersebut.

Seperti diketahui, awal September lalu Presiden Jokowi telah meresmikan peluncuran mobil Esemka Bima berjenis pick up, sekaligus pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. PT SMK sendiri rencananya akan memproduksi 3.500 unit mobil berkekuatan 1.300 cc ini dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di lapangan, sebelum acara serah terima dimulai, kesepuluh mobil Esemka sudah terlihat berjejer rapi di lapangan apel Bhineka Tunggal Ika depan gedung Jenderal Soedirman Kemhan. Semua mobil tersebut berwarna putih, dan terdapat logo Kemhan di kedua sisi pintu mobil tersebut.

Baca Juga : Tandatangani Ikrar Kebangsaan, Freeport Harus Bangun Papua Berdasarkan Prinsip Keadilan

Selain tulisan Kemhan, terlihat juga seluruh mobil sudah dipasangi plat nomor. Pelat tersebut berwarna merah dengan angkanya yang berwarna kuning. [DNU]