Ini Kesan Ryamizard Selama Jadi Menteri Jokowi

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat menghadiri acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) ke-18 di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (16/10). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat menghadiri acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) ke-18 di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (16/10). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bercerita tentang kesannya selama di kabinet Jokowi. Menurutnya, bekerja sama dengan pemimpin yang gemar bekerja adalah hal yang sangat menyenangkan.

"Saya senang karena saya melihat Pak Jokowi adalah sosok pemimpin yang suka bekerja, bekerja, bekerja. Tidak ada hari libur. Tidak ada hari Minggu atau Sabtu. Yang penting bekerja. Saya juga begitu. Tidak ada saya libur," kata Ryamizard, usai menghadiri acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) ke-18 di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (16/10) malam.

Baca Juga : Ekonomi Goyang, Jokowi Jadi Pemarah

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu lantas menyebut, selama lima tahun berada di kabinet Jokowi, sudah banyak program yang telah dijalankan secara maksimal. Baik itu program kemanusiaan, pengamanan kawasan, hingga upaya-upaya dalam mewujudkan perdamaian dunia.

"Kita lihat saja situasi kawasan ASEAN yang sudah baik ini. Kemudian konflik di Laut China Selatan, juga sudah baik. Nggak ada masalah. Semua sudah bersahabat. Belum lagi apa yang saya sampaikan di awal-awal lima tahun lalu. Masalah ancaman, bencana alam, kemudian teroris itu sudah cukup teratasi dengan baik," ujarnya.

Baca Juga : Delegasi Misi Bisnis Belanda akan Optimalkan Peluang yang Ditawarkan Indonesia

Ryamizard pun yakin, di bawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia kan semakin baik, bermartabat, dan disegani dunia internasional.

"Kalaupun ada orang yang bilang pemerintahan Jokowi ada kurangnya. Ya pastilah. Mosok nggak ada kurang-kurangnya. Namanya juga manusia pasti ada kurang-kurangnya," paparnya.

Baca Juga : Negara Pancasila (2)

Oleh sebab itu, Ryamizard meminta kepada seluruh kalangan, termasuk para peserta MBBI ke-18 yang kali ini diikuti 180 siswa dari 13 negara sahabat untuk terus berupaya memelihara persahabatan, dan meningkatkan kerja sama di segala bidang.

"Persahabatan adalah kunci terciptanya perdamaian. Karena dari persahabatan, segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Dilandasi adanya saling percaya satu sama lain," ujarnya. [DNU]