Kalau Nggak Jadi Menteri Lagi, Nasir Balik Jadi Dosen

Menristekdikti Mohamad Nasir memberi sambutan dalam Bedah Kinerja Capaian Lima Tahun Kemristekdikti, di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (18/10). (Foto: Danu Arifianto/RM)
Klik untuk perbesar
Menristekdikti Mohamad Nasir memberi sambutan dalam Bedah Kinerja Capaian Lima Tahun Kemristekdikti, di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (18/10). (Foto: Danu Arifianto/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hanya bisa pasrah dengan hak prerogatif yang dimiliki Presiden Jokowi dalam memilih anggota kabinetnya di periode kedua 2019-2014. Namun, dia menegaskan akan selalu siap apabila kembali ditunjuk menjabat sebagai menteri.

"Saya itu kerja di mana saja siap. Jadi dosen siap, jadi menteri (lagi) juga siap. Tapi saya terpilih lagi atau nggak kan semua tergantung keputusan presiden. Tapi kalau saya nggak kepilih lagi, saya akan balik lagi jadi dosen," kata Nasir, dalam Bedah Kinerja Capaian Lima Tahun Kemristekdikti, di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga : Ginandjar Bicara Corona dan Penguatan Kerjasama

Mantan Rektor Universitas Diponegoro mengaku bersyukur bisa dipercaya selama lima tahun masa pemerintahan Jokowi-JK. Khususnya yang berkaitan dengan reshuffle karena membuatnya bisa lebih bekerja secara maksimal.

"Saya juga senang bekerja sama dengan Pak Jokowi karena target-targetnya jelas. Ukuran dan perintahnya juga jelas. Beliau nggak pernah ngasih perintah yang nggak jelas," ujarnya.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

Nasir menjelaskan, kendati semua landasan sistem pengembangan riset dan perguruan tinggi telah dibenahi, menteri yang baru nanti tetap harus kerja ekstra keras. "Tapi seharusnya sih menteri yang baru tinggal take off saja. Apalagi semua sistem sudah ditata ulang dan infrastruktur tinggal butuh tambahan sedikit," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar acara silaturahim dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja jilid I. Acaranya berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat siang.

Baca Juga : Menlu RI Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Taliban

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja para menteri dan kepala lembaga. Dia menjelaskan selama ini jika bertemu dengan menteri-menteri kerap membahas hal-hal yang serius. Jokowi juga memohon maaf kepada para menteri jika dia kerap menelpon tengah malam. Ia menjelaskan hal itu dilakukan karena urusan negara. [DNU]