Wapres China Kasih Nasehat, Pensiun Tidak Istirahat

Sulit Mencari Seperti Pak JK

TERAKHIR DI ISTANA:
Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat penghormatan dari Paspampres sebelum meninggalkan Istana Wakil Presiden, pada hari terakhirnya bertugas, kemarin. (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
TERAKHIR DI ISTANA: Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat penghormatan dari Paspampres sebelum meninggalkan Istana Wakil Presiden, pada hari terakhirnya bertugas, kemarin. (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sehari jelang purnatugas, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih fokus kerja. Kemarin, eks Ketum Golkar itu masih bertemu dengan Wapres China, Wang Qishan di Istana Wapres. Tidak pernah ada kata lelah bagi JK dalam menjalankan tugasnya. Sangat sulit memang mencari sosok seperti JK.

Kedatangan Wapres Wang Qishan juga dalam menghadiri rangkaian pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin yang berlangsung hari ini. Meski resmi, pertemuan keduanya berlangsung dalam suasana santai. JK berbalut jas hitam dan Wapres Wang mengenakan jas biru. Keduanya berbincang sambil makan siang bersama. Hadir mendampingi JK, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh di Beijing, China, Djauhari Oratmangun, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi dan M Ikhsan, serta Dirjen Asia Pasifik dan Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri Desra Percaya.

Pada pertemuan ini, Wapres Wang bercerita, ia mengenal Wapres JK ketika ia berkunjung ke Jakarta pada 2005. Saat itu, dirinya masih menjadi Gubernur Beijing. "Saya sangat gembira karena hari ini kita bertemu lagi, saya mengenal Bapak sebagai pribadi yang ramah," ucap Wang.

Meski jabatan JK sebagai wapres telah selesai, ia meminta JK tetap memainkan peranannya untuk membangun Indonesia, terutama dalam meningkatkan hubungan kedua negara. "Walau jabatan wapres akan selesai, tapi sebagai politikus yang sangat senior dan terkenal, mungkin belum selesai tugasnya. Jadi meskipun sudah pensiun, Bapak tetap punya pengaruh yang sangat besar dalam pembangunan Indonesia. Pepatah China mengatakan 'pensiun tapi tidak istirahat'," kata eks Wakil Perdana Menteri China itu.

Baca Juga : Bima Sakti Panggil 25 Pemain untuk TC Timnas U-16

Wang tak lupa mendoakan JK agar selalu diberikan kesehatan, dan mengundangnya berkunjung ke RRT setelah tugas menjadi Wapres selesai. "Kita bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai dan berbicara lebih bebas tanpa aturan protokol dan media. Saya juga akan memberikan Bapak visa," canda Wang.

Usai pertemuan, JK mengakui, ia dan Wang membicarakan bagaimana menjaga hubungan baik antara kedua negara. Terutama setelah Indonesia memasuki periode kepemimpinan baru di bawah Jokowi-Ma'ruf. "Kita bicara bagaimana meningkatkan hubungan Indonesia dengan Tiongkok," kata Wapres JK kepada wartawan setelah pertemuan.

Selain itu, ia pun menyambut undangan Wapres Wang untuk berkunjung ke China setelah lengser ke prabon digantikan KH. Ma'ruf Amin. "Beliau undang ke Tiongkok, Beijing. Walaupun tidak dalam keadaan kerja. Tapi secara pribadi," ungkap saudagar asal Sulawesi Selatan ini.

Mantan Ketua MK Prof Mahfud MD berterima kasih kepada JK sekaligus berharap Ketua PMI itu tetap memberi kontribusi bagi bangsa dan negara meski tidak lagi menjabat wapres. Menurutnya, JK sosok yang begitu memahami persoalan bangsa.

Baca Juga : AP II Siapkan Jalur Khusus Bagi Penumpang Dari 4 Negara Di Soetta

"Kita ucapkan selamat dan terima kasih ke Pak JK, dan berharap Pak JK tetap memberikan pengabdiannya kepada bangsa dan negara di mana pun posisinya. Karena orang seperti beliau itu akan selalu ditunggu perannya untuk kebaikan bangsa dan negara," ujar Mahfud usai bertemu JK di Rumah Dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Menteng.

Menurutnya, JK selama ini telah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara selama menjadi wakil presiden baik periode pertama dengan SBY maupun lima tahun terakhir di periode pertama Jokowi. "Terima kasih atas jasa jasa Pak JK selama minimal lima tahun terakhir yang telah bersinergi dengan baik dengan Pak Jokowi, sehingga Indonesia berjalan di jalan yang selamat dan relatif lebih maju," tandasnya.

Netizen di jagad Twitter takjub dan berterima kasih kepada wapres dua presiden ini. Warganet menilai, sulit mengganti sosok JK. "Terima kasih Kanda JK. Sulit mencari pengganti seperti kanda," kicau akun @omenromances.

Akun @teukuandisyp mengatakan, hal yang menarik dari seorang Jusuf Kalla ialah caranya dalam bersikap, menunjukkan karakter fleksibilitas dan insting kepemimpinan yang hebat dalam manajemen masalah. “Bapak Inspirasiku, Terima kasih Pak @Pak_JK. Dengan tangan dingin dan otak emasmu, kau jadikan diri sebagai perantara perdamaian Aceh dan Indonesia. Sehat selalu Pak @Pak_JK," kicaunya @teukuandisyp.

Baca Juga : Kondisi 2 Pasien Baru Covid-19 Stabil, Tidak Diinfus dan Sadar Penuh

Tweeps @KamalIbrahim menilai, yang paling diingat dari JK adalah kegesitannya. "Terima Kasih, Pak JK untuk baktimu pada bangsa, negara, dan agama. Sangat terinspirasi dengan adanya sosok seperti Bapak. Semoga Indonesia,"Lebih Cepat" dan "Lebih Baik"," pujinya serupa dengan @RiRiJreng. "10 tahun sudah beliau bekerja di Istana Wapres, mendampingi kerja 2 Presiden. Mewakafkan waktu, tenaga & pikiran tuk kemajuan bangsa & negara. Terima kasih & doa kami seluruh rakyat Indonesia tuk Pak JK."

Wapres berusia 77 tahun ini juga kerap menghadiri acara kenegaraan di luar negeri. Seperti KTT APEC di Peru, KTT Asia Eropa di Belgia, konferensi penanganan bencana di Swiss, hingga membawa misi perdamaian di Afghanistan. Terakhir, JK mewakili Jokowi dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, September lalu.

Tak cuma di pemerintahan, JK selama ini juga dikenal sebagai sosok pendamai dalam berbagai konflik. Salah satunya penyelesaian konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah. Dia juga dikenal mendamaikan konflik Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di Poso, Sulawesi Tengah dan Ambon, Maluku pada pertengahan 2001-2002. [FAQ]