Jokowi: Banyak Yang Ngira Saya & Anies Ada Masalah

Presiden Jokowi blusukan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meninjau Mekaar binaan PNM di Lapangan Bola Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. (Foto: Setkab)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi blusukan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meninjau Mekaar binaan PNM di Lapangan Bola Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. (Foto: Setkab)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Seharian kemarin, Presiden Jokowi blusukan bareng Gubernur DKI Jakarta Anies Bas­wedan. Keduanya terlihat mesra, jalan bareng di gang sempit dan la­pangan becek. Kesempatan ini digunakan Jokowi untuk membantah gosip yang menyebut hu­bungannya dengan Anies bermasalah.    

Blusukan dilakukan Jokowi, usai melantik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1).

Ada dua agenda yang dilakoninya. Pertama, meninjau Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang dibina Permodalan Nasional Madani (PNM) di Tambora, Jakarta Barat. Dari sa­na, geser ke Cengkareng untuk mem­bagikan sertifikat.

Berita Terkait : Anies Apes

Jokowi tiba di Jalan Kali Anyar, Tam­bora, sekitar pukul 10.40 WIB. Tiba di lokasi, Jokowi langsung meng­hampiri penjual nasi uduk yang ada di pinggir jalan. Jokowi menyapa dan bertanya soal bantuan modal kepada pedagang. Dari sana, Jokowi dan Anies lantas masuk ke gang kecil yang ada di samping warung. Gang tersebut lebarnya hanya sekitar 1 meter. Becek pula.  Di gang itu, Jokowi meninjau usaha gorengan oleh warga.

Berikutnya, Jokowi dan rombongan berjalan kaki menuju Lapangan Bola Persima, Kecamatan Tambora. Kondisi lapangan sangat becek. Di tengah la­pangan, berdiri tenda besar yang sudah dipenuhi warga.

Dalam kegiatan itu, Jokowi mengatakan ada kemungkinan akan menambah modal untuk usaha warga tersebut. “Tapi, yang nambah Pak Gubernur, ya,” kata Jokowi sambil melihat Anies. Warga langsung berte­puk tangan. Anies juga terlihat ter­tawa. “Bagaimana, Pak Gub, bisa ya?” kata Jokowi. “Siap,” jawab Anies meng­angguk dan tertawa.

Baca Juga : Virus Corona di Jerman Makin Mewabah, 134 Kasus Baru Dilaporkan Hari Ini

Jokowi dan Anies kemudian menuju Gedung Serbaguna Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sini, Jokowi menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat. Dalam kesempatan ini, Jokowi menjelaskan hubungannya dengan Anies. Ia heran jika di media sosial berkembang isu keduanya bersitegang.  “Banyak yang kira saya dan Pak Anies ada masalah. Padahal, setiap hari saya ketemu, guyonan bareng-bareng,” kata Jokowi.

Anies yang berada di dekat Jokowi pun tersenyum. Dalam acara itu, Jokowi berpesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan bangsa menjelang pemilihan umum. Ia meminta jangan karena perbedaan pilihan presiden, merusak rasa persaudaraan. “Jangan sampai karena pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, jadi terpisah-pisah. Padahal semuanya saudara,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memang tidak menjelaskan apa masalahnya itu. Namun, bisa jadi berkaitan dengan kiprah Anies selama ini. Sebelumnya, Anies dikenal sebagai pendamping setia Jokowi. Pada Pilpres lalu, Anies lah yang jadi juru bicara Kampanye Jokowi-JK. Berkat gaya bicaranya yang memukau, Anies berhasil membalikkan kampanye negatif yang terus menyerang kubu Jokowi-JK. Sukses mengantarkan Jokowi ke kursi Presiden, bekas Rektor Paramadina ini kemudian ditunjuk sebagai Mendikbud. Sayangnya, jabatan ini tak bertahan lama. Pada Juli 2016, Jokowi me-reshuffle Anies. Keputusan mengejutkan saat itu.

Baca Juga : Kampanyekan Hidup Sehat, Citilink Sediakan Hand Sanitizer dan Minuman Herbal

Didepak dari kursi menteri, ternyata tak membuat kiprah politik Anies meredup. Pada Pilgub DKI 2017, Prabowo Subianto secara mengejutkan justru merangkul Anies. Padahal, Prabowo adalah lawan politik Jokowi di 2014. Prabowo juga memajukan Anies sebagai Cagub DKI, bersaing dengan Ahok. Padahal saat itu sudah jadi rahasia umum, Jokowi dekat dengan Ahok.

Setelah itu, sejumlah insiden seperti menunjukkan ada masalah antara Jokowi dan Anies. Paling bikin heboh adalah saat Anies dihadang Paspampres, saat akan menerima piala kepada Persija di Stadion GBK, Februari 2018. Berbagai situasi itu mungkin di­lihat oleh sebagian pihak sebagai tan­da Jokowi dan Anies mempunyai hu­bungan yang bermasalah. Apalagi, kini keduanya berada di kubu yang ber­beda. Jokowi tampaknya memahami bahwa hal itu mungkin ada di benak banyak orang. [BCG]